.png)
Keterangan Gambar : Dok/Kotabogor.go.id
Kota Bogor – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Kota Bogor memastikan kondisi hewan kurban yang diperjualbelikan dalam keadaan sehat dan layak. Hal itu ditegaskan saat Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi melakukan pengecekan langsung ke salah satu lapak penjualan hewan kurban di wilayah Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kamis (21/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Denny Mulyadi bersama tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor melakukan pemeriksaan administrasi serta kesehatan hewan kurban secara sampling.
Berdasarkan simulasi pemeriksaan oleh dokter hewan DKPP Kota Bogor, Annisa, hewan kurban yang dijual di lokasi tersebut dinyatakan sehat dan memenuhi syarat.
Pemeriksaan dilakukan dengan melihat sejumlah indikator kesehatan hewan, mulai dari kondisi hidung yang basah, struktur gigi yang menunjukkan usia hewan di atas dua tahun, gerakan yang lincah, nafsu makan yang baik, hingga kondisi kulit dan bulu yang bersih dan cerah. Selain itu, tidak ditemukan cacat maupun luka pada bagian kaki hewan.
“Hari ini Pemerintah Kota Bogor memeriksa ketersediaan hewan kurban di Kota Bogor. Alhamdulillah, kami melakukan pengecekan sampling di salah satu lokasi di Bubulak. Tadi saya juga memeriksa dokumen administrasi dan kesehatan hewan yang sudah tervalidasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor,” ujar Denny Mulyadi.
Ia menjelaskan, Pemkot Bogor juga memperketat pengawasan lalu lintas dan distribusi hewan kurban melalui pemeriksaan di pos ternak yang berada di wilayah perbatasan sebelum hewan masuk ke Kota Bogor. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan hewan yang masuk bebas penyakit dan aman untuk masyarakat.
Berdasarkan data tahun 2025, kebutuhan hewan kurban sapi di Kota Bogor mencapai sekitar 15.800 ekor dengan ketersediaan stok berkisar antara 18 ribu hingga 19 ribu ekor. Sementara pada tahun 2026 tercatat terdapat 181 lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bogor.
Di lapak Bubulak yang dikunjungi tersebut, terdapat sekitar 400 ekor hewan kurban dan sebanyak 80 persen di antaranya telah terjual. Jenis sapi Bali menjadi yang paling diminati masyarakat dengan harga mulai Rp17 juta untuk bobot sekitar 250 kilogram hingga ukuran jumbo mencapai 700 kilogram.
Menanggapi maraknya pedagang hewan kurban musiman menjelang Iduladha, Denny Mulyadi menegaskan bahwa para pedagang harus tetap mematuhi aturan ketertiban umum dan tidak menggunakan fasilitas publik seperti trotoar untuk berjualan.
“Jadi tidak ada yang berjualan hewan kurban di trotoar, tetapi harus berada di lahan yang representatif untuk penjualan hewan kurban,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Ahdiat menyampaikan bahwa hingga tahun 2026 belum terdapat regulasi khusus yang mengatur titik lapak penjualan hewan kurban. Namun pihaknya akan membentuk tim kecil guna mengkaji penataan lokasi penjualan hewan kurban agar lebih tertib serta memenuhi aspek kesehatan hewan dan lingkungan sekitar.
.png)
.png)
.png)

1.png)





LEAVE A REPLY