Home Nasional Jelang Muktamar NU, Hery Haryanto Azumi Nyatakan Siap Maju Jadi Ketua Umum PBNU

Jelang Muktamar NU, Hery Haryanto Azumi Nyatakan Siap Maju Jadi Ketua Umum PBNU

25
0
SHARE
Jelang Muktamar NU, Hery Haryanto Azumi Nyatakan Siap Maju Jadi Ketua Umum PBNU

Keterangan Gambar : Foto: Gus Hery Haryanto Azumi

KEDIRI – Wacana regenerasi kepemimpinan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) mulai menghangat menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Salah satu nama yang mencuat adalah Hery Haryanto Azumi, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2005-2007, yang menyatakan kesiapan apabila mendapat amanah untuk maju sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pernyataan tersebut disampaikan Hery saat menghadiri bedah buku bertajuk Urgensi Regenerasi Kepemimpinan Baru Abad Kedua NU karya Samsul Muarif di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Ahad (21/6/2026). Kegiatan itu digelar di sela pelaksanaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo.

“Kedatangan kami di sini sebenarnya untuk memberikan hormat atas terlaksananya Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang sedang berlangsung di Kediri,” ujar Hery.

Menurutnya, momentum Munas Alim Ulama dan menjelang Muktamar ke-35 NU merupakan waktu yang tepat untuk membicarakan regenerasi kepemimpinan. Ia menilai organisasi sebesar NU membutuhkan ruang yang lebih luas bagi kader-kader muda yang memiliki kapasitas, pengalaman organisasi, serta kemampuan menjawab tantangan zaman.

“Kita ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak muda NU yang memiliki pengalaman dan kapasitas untuk menjadi bagian dari upaya memperbaiki dan memperkuat organisasi,” katanya.

Hery menegaskan bahwa regenerasi merupakan kebutuhan organisasi yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, pembaruan kepemimpinan menjadi bagian penting dalam memperkuat NU memasuki abad keduanya agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warga Nahdliyin.

“Bagaimana kita bisa bertanggung jawab kepada 140 juta lebih jamaah NU jika kita tidak merombak diri kita sendiri, memperbaharui diri kita untuk melayani mereka dengan lebih baik,” ungkapnya.

Menjelang Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung sekitar satu bulan mendatang, Hery mengaku siap apabila mendapat dukungan dari para ulama, kiai, senior, dan warga Nahdliyin untuk maju dalam kontestasi Ketua Umum PBNU.

“Saya sebagai bagian dari anak muda NU yang diminta para senior dan para kiai untuk berani berikhtiar. Insya Allah saya siap jika dicalonkan menjadi Ketua Umum PBNU,” tegasnya.

Jika mendapat amanah memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut, Hery berkomitmen memperkuat peran NU dalam menghadapi perkembangan teknologi, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta memperluas program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara PBNU dengan seluruh badan otonom dan organisasi kader NU, mulai dari PMII, GP Ansor, Fatayat NU, hingga berbagai elemen lainnya.

“Kita tidak sedang berkompetisi, tetapi sedang berkolaborasi untuk memperbaiki NU dan menjawab berbagai tantangan yang ada,” ujarnya.

Dalam forum yang sama, penulis buku sekaligus cendekiawan NU, Samsul Muarif, menilai Hery Haryanto Azumi sebagai salah satu representasi intelektual muda Nahdlatul Ulama yang mampu menjembatani tradisi pesantren dengan dinamika global.

“NU membutuhkan kader yang mampu menjadi arsitek peradaban masa depan. Sosok seperti Gus Hery menjadi salah satu contoh generasi yang lahir dari tradisi pesantren namun mampu berkiprah di tingkat yang lebih luas,” kata Samsul.

Diskusi tersebut menjadi bagian dari refleksi perjalanan Nahdlatul Ulama memasuki abad kedua, sekaligus ruang pertukaran gagasan mengenai arah masa depan organisasi dan pentingnya regenerasi kepemimpinan untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here