
Keterangan Gambar : Dok/Bogorkab.go.id
CIBINONG – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmennya untuk membangun Kabupaten Bogor secara seimbang dengan mengedepankan pembangunan infrastruktur, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut disampaikannya saat meninjau Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) bersama Danrem 061/Suryakancana, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, pegiat lingkungan, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor, Jumat (5/6).
Menurut Rudy, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk menunjukkan kepedulian bersama terhadap kelestarian alam. Ia mengapresiasi berbagai aksi nyata yang dilakukan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, perangkat daerah, hingga komunitas lingkungan di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
“Terima kasih kepada pemerintah desa, pemerintah kecamatan, jajaran perangkat daerah, dan para pegiat lingkungan yang telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti penanaman pohon, penyebaran benih ikan, serta aksi bersih-bersih lingkungan bersama,” ujar Rudy.
Rudy mengungkapkan, Pemkab Bogor saat ini tengah mempersiapkan sejumlah program strategis yang dirancang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu proyek prioritas yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan Jalan Bojonggede–Kemang yang akan dilengkapi dengan flyover untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Menurutnya, proyek tersebut membutuhkan perencanaan yang matang agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan secara instan. Semua harus dipersiapkan dengan baik sejak jauh hari. Insyaallah apabila tidak ada kendala, pembangunan flyover Bojonggede–Kemang akan mulai dilelang pada Desember 2026,” jelasnya.
Selain pembangunan jalan dan flyover, Rudy juga menyiapkan konsep pemanfaatan kawasan jalur tengah yang nantinya akan difungsikan sebagai jalur cepat. Sebelum pembangunan dilakukan, kawasan tersebut akan dimanfaatkan sebagai area integrated farming yang menghadirkan pusat pelatihan budidaya tanaman dan peternakan bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, Pemkab Bogor juga berencana membangun Taman Wisata Edukasi Sampah yang akan menjadi pusat pembelajaran pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Program ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah yang selama ini dianggap sebagai masalah lingkungan semata.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dengan baik. Karena itu kami merencanakan pembangunan Taman Wisata Edukasi Sampah sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat,” kata Rudy.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Rudy memastikan pemerintah tetap berupaya menuntaskan berbagai kebutuhan infrastruktur yang menjadi harapan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penentuan skala prioritas pembangunan serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang membutuhkan perhatian lebih, seperti Kecamatan Dramaga, Kecamatan Nanggung, dan beberapa kawasan lainnya yang memerlukan peningkatan kualitas infrastruktur jalan.
“Kami memahami kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang lebih baik. Pemerintah tidak diam. Kami terus bergerak, menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk persoalan lahan yang menjadi bagian dari proses pembangunan,” tegasnya.
Rudy menambahkan, seluruh program tersebut merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mewujudkan daerah yang lebih maju, aman, adil, dan makmur. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam mendukung pembangunan daerah demi menghadirkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Mari kita bersatu padu membangun Kabupaten Bogor. Kita ingin menghadirkan wajah baru Bogor yang lebih baik, yang mampu memahami kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi seluruh warga,” pungkasnya.










.png)
LEAVE A REPLY