
Keterangan Gambar : Dok/kotabogor.go.id
Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana menerapkan program penanaman pohon bagi seluruh siswa baru di setiap jenjang pendidikan pada awal Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui program ini, setiap peserta didik baru diharapkan menanam satu pohon pelindung atau pohon buah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan kebijakan tersebut merupakan respons terhadap dampak perubahan iklim yang semakin nyata, mulai dari meningkatnya suhu bumi hingga munculnya fenomena cuaca ekstrem akibat pemanasan global.
Menurut Dedie, membangun kesadaran lingkungan harus dimulai sejak usia dini agar generasi mendatang memiliki kepedulian dalam menjaga kelestarian alam.
"Bila setiap anak di bangku sekolah melakukan penanaman pohon, merawat, dan memeliharanya serta dilaksanakan secara konsisten, maka ancaman pemanasan global yang nantinya mengancam masa depan kehidupan manusia dapat diredam. Anak-anak dapat tumbuh dan berkembang tanpa terlalu banyak menghadapi kondisi yang menyulitkan untuk bertahan hidup," ujar Dedie di Balai Kota Bogor, Minggu (12/7/2026).
Untuk merealisasikan program tersebut, Dedie menginstruksikan Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian agar segera menyusun aturan teknis dan memastikan pelaksanaannya berjalan secara konsisten.
Program ini ditargetkan mulai diterapkan pada awal Tahun Ajaran 2026/2027 yang dimulai pada 15 Juli 2026.
Melalui gerakan "Satu Siswa Satu Pohon", Pemkot Bogor berharap tidak hanya menambah ruang hijau di wilayah kota, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan serta berperan aktif dalam upaya mitigasi perubahan iklim.




1.png)





LEAVE A REPLY