Home Seputar Bogor 4.000 Nasi Bungkus dan 1.200 Kopi untuk Pejuang Api TPAS Galuga

4.000 Nasi Bungkus dan 1.200 Kopi untuk Pejuang Api TPAS Galuga

17
0
SHARE
4.000 Nasi Bungkus dan 1.200 Kopi untuk Pejuang Api TPAS Galuga

Keterangan Gambar : Dok/Bogorkab.go.id

CIBUNGBULANG – Di tengah kepulan asap dan upaya pemadaman kebakaran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, dukungan untuk para petugas dan relawan terus mengalir.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Sosial (Dinsos) bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bogor membuka Dapur Umum Tagana untuk memastikan kebutuhan konsumsi para petugas dan relawan yang berjibaku menangani kebakaran tetap terpenuhi.

Dapur umum tersebut mulai beroperasi sejak Selasa, 8 September 2026, dan hingga Sabtu, 12 September 2026 masih terus melayani kebutuhan konsumsi di lokasi penanganan kebakaran.

Koordinator Dapur Umum Tagana Dinsos Kabupaten Bogor, Suhardi, mengatakan keberadaan dapur umum merupakan bentuk dukungan Pemkab Bogor kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran TPAS Galuga.

“Sejak 8 September sampai hari ini, kami telah mendistribusikan kurang lebih 4.000 nasi bungkus untuk para petugas dan relawan yang berjibaku dalam pemadaman kebakaran di TPAS Galuga,” ujar Suhardi.

Tak hanya makanan, dukungan juga diberikan melalui penyediaan minuman bagi petugas yang bekerja di lapangan. Dinsos Kabupaten Bogor mengoperasikan dapur hangat dan dapur dingin untuk memenuhi kebutuhan minuman selama proses penanganan berlangsung.

Hingga Sabtu, sekitar 1.200 cangkir kopi telah disiapkan dan didistribusikan kepada para petugas serta relawan.

Menurut Suhardi, dukungan konsumsi menjadi bagian penting dalam menjaga stamina petugas dan relawan, mengingat proses penanganan kebakaran membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

“Kami berharap kebakaran di TPAS Galuga dapat segera selesai sehingga kondisi kembali aman dan TPAS Galuga ke depan dapat dikelola dengan lebih baik dan aman untuk semuanya,” katanya.

Dapur umum Tagana menjadi salah satu wujud gotong royong dalam penanganan kebakaran TPAS Galuga. Di balik upaya memadamkan api, kebutuhan dasar para petugas yang berada di garis depan juga menjadi perhatian.

Bagi mereka yang berjibaku menghadapi asap dan api, sepiring makanan dan secangkir kopi menjadi dukungan sederhana yang menjaga tenaga tetap menyala.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here