.png)
Keterangan Gambar : Dok/Kotabogor.co.id
KOTA BOGOR – Semangat toleransi dan keberagaman mengalir di sepanjang Jalan Surya Kencana dalam puncak perayaan Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan sekitar 20 penampil, 12 barongsai, sanggar budaya lintas tradisi, marawis, hingga 500 pelaku UMKM yang memadati ruas jalan bersejarah tersebut.
Warna-warni lampion berpadu dengan denting tambur barongsai, menghadirkan suasana meriah yang menyatukan anak-anak, remaja, hingga orang tua. Perayaan kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan Ramadan.
Rangkaian acara diawali oleh PPI Kota Bogor yang membawa Bendera Merah Putih. Suasana semakin semarak dengan hadirnya Liong Merah Putih sepanjang 50 meter yang diiringi Tim Qasidah. Mojang Jajaka Kota Bogor dan Komunitas Lengser Ambu Bogor turut tampil, disusul drumband serta tarian dari sanggar-sanggar Sunda.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sejumlah kota dengan perayaan Cap Go Meh yang meriah, seperti Surabaya, Bandung, Manado, dan Bekasi. Namun menurutnya, yang terbesar ada dua, yakni Singkawang dan Kota Bogor.
“Kalau bertahun-tahun Bogor istimewa karena kolaborasinya, tahun ini agak berbeda. Tidak hanya kolaborasinya, tetapi juga toleransinya, karena bertepatan dengan bulan Ramadan,” ujar Bima, Selasa (3/3/2026).
Ia mengapresiasi panitia yang mampu menghadirkan bazar Ramadan serta menyesuaikan jadwal kegiatan setelah salat tarawih. Menurutnya, perpaduan nuansa Islami dengan pawai budaya menjadi ciri khas Kota Bogor.
Di tengah tantangan bangsa dan potensi perbedaan yang kerap muncul, Bima menegaskan pentingnya memperkuat kebersamaan. Ia mengaku bangga melihat tradisi yang terus dijaga dan dirawat masyarakat Bogor.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan rasa syukur karena tradisi ini telah berlangsung 24 kali penyelenggaraan, atau total 27 kali jika tidak menghitung tiga kali penundaan.
“Ini merupakan bentuk komitmen masyarakat Bogor untuk menguatkan toleransi keberagaman dan mempererat silaturahmi antarumat beragama serta antarunsur masyarakat di Kota Bogor,” ujarnya.
Perayaan Cap Go Meh 2026 menjadi bukti bahwa harmoni bukan sekadar slogan. Di Surya Kencana, perbedaan dirayakan, kebersamaan dijahit, dan Ramadan menjadi ruang temu yang memperindah wajah toleransi Kota Bogor.

.png)
.png)







.png)
LEAVE A REPLY