Home Seputar Bogor Setahun Memimpin Bogor, Rudy Susmanto Gunakan Survei Publik untuk Arahkan Kebijakan 2026

Setahun Memimpin Bogor, Rudy Susmanto Gunakan Survei Publik untuk Arahkan Kebijakan 2026

27
0
SHARE
Setahun Memimpin Bogor, Rudy Susmanto Gunakan Survei Publik untuk Arahkan Kebijakan 2026

Keterangan Gambar : Dok/Bogorkab.go.id

CIBINONG — Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran perangkat daerah memaparkan hasil survei evaluasi publik satu tahun pemerintahan Kabupaten Bogor dalam kegiatan ekspose yang digelar di Aula Soekarno Hatta, Cibinong, Selasa (10/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Rudy menegaskan bahwa survei tersebut tidak hanya untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap dirinya dan Wakil Bupati Bogor, tetapi juga menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Menurutnya, hasil survei memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi masyarakat di Kabupaten Bogor yang mencakup 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan. Data yang dihimpun meliputi berbagai aspek penting, seperti kesehatan, angka kemiskinan, wilayah rawan bencana, hingga potensi budaya dan pariwisata.

“Survei ini bukan sekadar menilai Bupati Bogor dan Wakil Bupati. Kami ingin menjadikannya sebagai dasar dalam menyusun program dan postur APBD yang benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto.

Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk menindaklanjuti hasil survei tersebut dengan melakukan kajian yang lebih spesifik sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Dengan demikian, program pembangunan yang dirancang pemerintah daerah dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Rudy menekankan bahwa setiap intervensi program pembangunan harus berbasis data yang komprehensif. Dalam upaya pengentasan kemiskinan, misalnya, pemerintah daerah harus mengetahui secara detail wilayah yang memiliki tingkat kerentanan paling tinggi.

“Kalau ingin mengentaskan kemiskinan, kita harus tahu secara detail di mana titik paling rentan, berapa jumlahnya, dan seperti apa bentuk intervensi program yang tepat. Program tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus memberikan solusi nyata,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keselarasan antara perencanaan pembangunan dengan kebutuhan riil masyarakat di setiap wilayah. Pembangunan infrastruktur, menurutnya, harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat, baik itu perbaikan jalan, pembangunan jembatan, maupun penyediaan saluran air.

Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah daerah merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, bukan semata peran kepala daerah.

“Tingkat kepuasan masyarakat bukan hanya karena Bupati Bogor dan Wakil Bupati, tetapi merupakan hasil dari kinerja seluruh perangkat daerah di Kabupaten Bogor. Keberhasilan pemerintah adalah hasil dari sinergi dan kolaborasi yang kuat,” tegasnya.

Ia berharap hasil survei tersebut dapat menjadi pijakan dalam memperkuat perencanaan pembangunan pada tahun 2026, termasuk dalam penyusunan perubahan APBD agar program-program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Rudy menambahkan, satu tahun masa pemerintahan yang telah dilalui menjadi tahap awal untuk terus melakukan penyempurnaan berbagai program pembangunan ke depan melalui kolaborasi seluruh perangkat daerah.

“Ke depan kita ingin terus menyempurnakan berbagai program pembangunan. Saya dan Wakil Bupati tentu tidak bisa berjalan sendiri, keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bogor adalah hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah,” pungkasnya.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here