Home Teknologi YouTube Luncurkan Panduan Digital untuk Orang Tua, Dukung Perlindungan Anak di Era Medsos

YouTube Luncurkan Panduan Digital untuk Orang Tua, Dukung Perlindungan Anak di Era Medsos

23
0
SHARE
YouTube Luncurkan Panduan Digital untuk Orang Tua, Dukung Perlindungan Anak di Era Medsos

Keterangan Gambar : dok/komdigi

JAKARTA – YouTube meluncurkan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permenkomdigi) Nomor 9 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Peluncuran buku panduan tersebut menjadi bagian dari komitmen platform digital dalam mengedukasi orang tua dan pendidik agar mampu mendampingi anak berinteraksi secara aman dan sehat di ruang digital yang semakin berkembang.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan bahwa kehadiran Digital Wellbeing Guidebook merupakan langkah penting untuk menjawab tantangan pengasuhan anak di era digital. Menurutnya, masih banyak orang tua yang membutuhkan panduan praktis dalam mendampingi anak menggunakan media sosial, bermain gim daring, hingga mengakses berbagai layanan digital.

“Kita melihat masih banyak orang tua yang bertanya bagaimana mendampingi anak menggunakan media sosial, bagaimana menyikapi gim daring, dan bagaimana menjaga mereka tetap aman di ruang digital. Oleh karena itu, kami meluncurkan buku panduan ini,” ujar Meutya Hafid saat peluncuran di Garuda Spark, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).

Meutya menegaskan bahwa tanggung jawab orang tua saat ini tidak hanya melindungi anak di lingkungan fisik, tetapi juga di ruang digital yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda.

“Jika dunia digital adalah rumah baru bagi anak-anak kita, maka kita juga harus menjaga pintu dan jendelanya,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan YouTube menjelaskan bahwa peluncuran Digital Wellbeing Guidebook merupakan bentuk tanggung jawab platform digital dalam mendukung edukasi keluarga sesuai amanat regulasi perlindungan anak yang telah ditetapkan pemerintah.

“Peluncuran Digital Wellbeing Guidebook ini adalah wujud tanggung jawab YouTube sebagai platform untuk mendukung edukasi orang tua, sehingga implementasi regulasi pelindungan anak dapat berjalan lebih efektif di tingkat keluarga,” ujarnya.

Buku panduan tersebut disusun melalui kolaborasi antara YouTube, Kementerian Komunikasi dan Digital, Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), serta sejumlah pakar dan praktisi terkait.

Melalui panduan ini, orang tua diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pola pendampingan anak dalam menggunakan teknologi digital secara bijak, aman, dan sesuai dengan usia mereka.

Meutya menegaskan bahwa tujuan utama perlindungan anak di ruang digital bukan untuk membatasi akses terhadap teknologi, melainkan memastikan teknologi dimanfaatkan secara positif guna mendukung tumbuh kembang anak.

“Perlindungan anak di ruang digital bukan berarti menjauhkan mereka dari teknologi, tetapi memastikan mereka dapat memanfaatkannya secara aman, sehat, dan sesuai dengan tahap perkembangan usianya,” pungkasnya.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here