Home Internasional Belajar ke Korea, Tirta Pakuan Bidik Kehilangan Air Turun hingga 15 Persen

Belajar ke Korea, Tirta Pakuan Bidik Kehilangan Air Turun hingga 15 Persen

33
0
Berita ini dibaca 33 kali
👥Pengunjung hari ini 269
📊Total pengunjung 24,250
Sedang online 7
SHARE
Belajar ke Korea, Tirta Pakuan Bidik Kehilangan Air Turun hingga 15 Persen

Keterangan Gambar : Dok/Kotabogor.go.id

KOREA – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Perumda Tirta Pakuan melalui pelatihan pengelolaan jaringan air minum berbasis teknologi di Republik Korea. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menekan tingkat kehilangan air sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan penguasaan teknologi dan peningkatan kompetensi karyawan menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan pengelolaan air minum yang semakin kompleks.

Menurutnya, kualitas pelayanan publik harus ditopang oleh SDM yang memiliki kemampuan teknis, memahami persoalan di lapangan, serta mampu menghadirkan solusi melalui pemanfaatan teknologi.

“Peningkatan kualitas pelayanan harus dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Kita membutuhkan karyawan yang mampu menguasai teknologi, memahami persoalan di lapangan, dan memberikan solusi. Karena itu, kesempatan belajar di Republik Korea ini harus menjadi bekal untuk memperbaiki pelayanan air minum bagi warga Kota Bogor,” ujar Dedie (30/10/26).

Program tersebut merupakan bagian dari Green Transition Initiative (GTI), yang mencakup penyusunan studi pra-kelayakan dan perencanaan Smart Water Management di lingkungan Perumda Tirta Pakuan.

Melalui program ini, karyawan Tirta Pakuan akan mendapatkan penguatan kapasitas dalam pengelolaan jaringan, analisis data operasional, hingga penentuan prioritas penanganan kehilangan air. Pengetahuan yang diperoleh nantinya akan disesuaikan dengan kondisi infrastruktur dan kebutuhan pelayanan air minum di Kota Bogor.

Dedie menegaskan, pelatihan tersebut tidak boleh berhenti sebatas kegiatan pembelajaran di luar negeri. Peserta diharapkan mampu menerapkan sekaligus membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada karyawan lainnya.

“Ilmu yang diperoleh harus diterapkan dan dibagikan kepada rekan-rekan kerja. Kita ingin hasilnya nyata: penanganan kehilangan air semakin baik, kerja semakin efisien, dan pelayanan kepada masyarakat semakin andal,” katanya.

Salah satu sasaran utama program GTI adalah menurunkan tingkat air tak berekening atau Non-Revenue Water (NRW) hingga di bawah 20 persen, dengan target sekitar 15 persen melalui proyek percontohan.

Untuk mencapai target tersebut, program akan didukung survei kondisi awal, investigasi lapangan, analisis data, serta perencanaan penanganan pada zona jaringan yang menjadi prioritas.

Pengendalian NRW menjadi langkah strategis karena dapat mengoptimalkan volume air yang tersedia agar lebih banyak tersalurkan kepada pelanggan. Dengan pengelolaan jaringan yang semakin baik, efisiensi distribusi dan keandalan pasokan air minum di Kota Bogor diharapkan meningkat.

Program GTI melibatkan kementerian terkait dari Indonesia dan Republik Korea. Pelaksanaan proyek didukung Hankuk Engineering Consultants bersama Korea Water Partnership (KWP), serta sejumlah lembaga teknis pengelolaan air di Korea yang berperan dalam pelatihan dan pertukaran pengetahuan.

Selain peningkatan kapasitas SDM, kerja sama ini juga mencakup penyusunan model bisnis untuk zona prioritas dan kajian kebutuhan investasi. Sejumlah alternatif pembiayaan turut dipelajari, mulai dari hibah, kemitraan pemerintah dengan badan usaha, hingga pinjaman, sesuai hasil kajian dan kebutuhan pengembangan.

Melalui kerja sama tersebut, Pemkot Bogor berharap Perumda Tirta Pakuan semakin mampu mengembangkan sistem pengelolaan air minum yang modern, efisien, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan yang semakin berkualitas.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here