Jonggol – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Golkar, Amin Sugandi, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Jonggol yang digelar pada Selasa (27/1/2026). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap proses perencanaan pembangunan yang berbasis aspirasi masyarakat.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 ini mengapresiasi pelaksanaan Musrenbang yang dinilainya berjalan dengan baik dan penuh antusiasme. Ia menilai partisipasi peserta sangat tinggi serta pemaparan yang disampaikan Camat Jonggol berlangsung detail dan komprehensif.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Jonggol ini. Antusiasme peserta sangat baik, dan apa yang disampaikan Pak Camat juga sangat detail. Usulan yang disampaikan berasal dari masyarakat, kepala desa, hingga dinas-dinas terkait,” ujar Amin.
Amin menjelaskan, sejumlah usulan yang disampaikan dalam Musrenbang tersebut masih bersifat pembahasan awal dan belum final. Selanjutnya, penentuan program prioritas akan dibahas lebih lanjut oleh dinas-dinas terkait.
Ia juga menyoroti kondisi pagu anggaran Kabupaten Bogor untuk periode 2026–2027 yang mengalami penurunan menjadi sekitar Rp10,6 miliar. Menurutnya, keterbatasan anggaran tersebut menuntut pengelolaan yang tepat sasaran dan sejalan dengan visi-misi Bupati Bogor.
“Dengan keterbatasan anggaran ini, tentu kita harus benar-benar memprioritaskan program yang paling dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Dalam Musrenbang tersebut, Amin menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar di sektor pendidikan. Salah satu usulan yang menjadi perhatiannya adalah masih adanya sekolah dasar yang belum memiliki fasilitas WC.
“Menurut saya, sekolah yang belum memiliki WC harus segera ditangani. Dinas Pendidikan perlu turun langsung untuk memetakan sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas tersebut. Jika belum terakomodir anggaran, bisa dibantu melalui pokok-pokok pikiran (pokir) Dewan,” tegasnya.
Selain fasilitas WC, Amin menyebutkan usulan lain seperti pemagaran sekolah dan program penunjang pendidikan juga perlu mendapat perhatian, mengingat nilai anggarannya cukup besar dan jumlah usulannya cukup banyak.
Meski demikian, ia optimistis seluruh aspirasi masyarakat dapat terjawab apabila anggaran dikelola secara efektif dan difokuskan pada skala prioritas.
Sebagai anggota DPRD Dapil 2, Amin menilai keterlibatan lintas sektor dalam Musrenbang, termasuk unsur ATR dan perwakilan pemerintah kabupaten, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyerap aspirasi masyarakat.
“Walaupun Musrenbang ini ranah eksekutif, menurut saya anggota dewan tetap perlu hadir. Kami di legislatif ingin mengetahui langsung aspirasi masyarakat, karena pada saat reses pun masih ada usulan yang belum terakomodir. Musrenbang dan reses ini saling melengkapi,” jelasnya.
Terkait minimnya kehadiran anggota DPRD lainnya, Amin memilih untuk tidak mempermasalahkan hal tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap anggota dewan memiliki agenda dan kesibukan masing-masing.
“Pada prinsipnya, saya meyakini seluruh anggota DPRD Dapil 2 memiliki niat yang sama, yaitu niat baik untuk membangun Kabupaten Bogor, khususnya wilayah Dapil 2,” pungkasnya. (sumber:bogorupdate)









.png)
.png)
.png)
LEAVE A REPLY