Home Nasional Indeks Layanan KUA dan Penyuluh 2025 Naik, Transformasi Kemenag Dinilai Tepat Sasaran

Indeks Layanan KUA dan Penyuluh 2025 Naik, Transformasi Kemenag Dinilai Tepat Sasaran

Kemenag

20
0
SHARE
Indeks Layanan KUA dan Penyuluh 2025 Naik, Transformasi Kemenag Dinilai Tepat Sasaran

Jakarta — Kualitas layanan keagamaan Kementerian Agama (Kemenag) RI terus menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari hasil Indeks Kepuasan Layanan Keagamaan Kantor Urusan Agama (KUA) dan Indeks Layanan Penyuluh Agama Tahun 2025 yang sama-sama berada pada kategori baik.

Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pembangunan Bidang Agama Kemenag RI, Arfi Hatim, mengatakan capaian tersebut mencerminkan dampak nyata dari berbagai upaya peningkatan layanan keagamaan yang dilakukan Kemenag kepada masyarakat.

“Indeks ini menunjukkan bahwa kualitas layanan keagamaan yang diberikan Kemenag semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Arfi Hatim, Selasa (20/1/2026), di Jakarta.

Berdasarkan survei yang dilaksanakan oleh Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag RI, Indeks Kepuasan Layanan KUA mencatat skor 86,03, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 85,09. Skor tersebut menempatkan layanan KUA dalam kategori baik.

Penilaian Indeks Layanan KUA dilakukan berdasarkan sembilan dimensi. Dimensi dengan nilai tertinggi adalah Sistem, Mekanisme, dan Prosedur dengan skor 87,75, disusul Kompetensi Petugas (87,47) dan Perilaku Petugas (87,36). Sementara itu, dimensi Sarana dan Prasarana (81,33) serta Penanganan Pengaduan (83,12) menjadi aspek yang masih perlu terus ditingkatkan.

Capaian positif juga diraih Indeks Layanan Penyuluh Agama 2025 dengan skor 84,67 dan masuk kategori baik. Indeks ini diukur melalui sembilan dimensi, di antaranya Perilaku Penyuluh (85,82), Kompetensi Penyuluh (85,80), dan Jenis Layanan (85,62). Adapun dimensi Sarana dan Prasarana (82,76) serta Penanganan Keluhan dan Masukan (82,83) mencatat nilai terendah.

Menurut Arfi, hasil tersebut menjadi bukti bahwa program Transformasi KUA sebagai salah satu prioritas Kemenag telah berjalan di jalur yang tepat.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa revitalisasi bangunan, digitalisasi layanan, serta pengembangan sumber daya manusia di KUA telah membuahkan hasil nyata dalam meningkatkan martabat layanan keagamaan di tingkat kecamatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas layanan terlihat hampir merata di seluruh dimensi, mulai dari sistem dan mekanisme pelayanan, kejelasan prosedur, hingga kompetensi serta perilaku petugas.

“Hasil ini patut diapresiasi karena menunjukkan peningkatan yang konsisten dibandingkan tahun sebelumnya. Dedikasi jajaran KUA dan penyuluh agama di lapangan terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelas Arfi.

Survei Indeks Layanan KUA dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan metode cluster random sampling, melibatkan 1.209 responden di 200 KUA yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia, dengan margin of error sebesar 2,88 persen.

Sementara itu, Survei Indeks Layanan Penyuluh Agama melibatkan 825 responden dari berbagai latar belakang agama, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu, dengan margin of error sebesar 3,46 persen.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here