
Keterangan Gambar : Dok/Kemenpora.go.id/Herry
Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) resmi membuka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.
Pembukaan seleksi ini menandai komitmen Kemenpora dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berbasis merit, sekaligus membawa energi baru bagi percepatan pengembangan industri olahraga nasional.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seleksi ini tidak hanya menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif, tetapi juga mengundang kalangan profesional dari dunia industri olahraga, industri kreatif, pariwisata olahraga, serta sektor terkait lainnya.
Langkah ini disebut merupakan pertama kalinya Kemenpora membuka ruang kompetitif bagi kandidat non-ASN untuk menduduki posisi deputi. Tujuannya, menjaring sosok pemimpin yang dinilai mampu merumuskan kebijakan dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekosistem olahraga.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan bahwa sektor industri olahraga memiliki potensi strategis untuk menyerap tenaga kerja, menarik investasi, dan memperkuat citra Indonesia di mata dunia.
“Kemenpora terus mendorong pengembangan industri olahraga dan wisata olahraga karena potensinya luar biasa untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu untuk posisi Deputi Pengembangan Industri Olahraga, kami menjaring kalangan profesional untuk bersaing dengan ASN agar Indonesia mendapatkan sosok pemimpin inovatif dan kolaboratif,” ujar Erick Thohir.
Kemenpora berharap pejabat terpilih nantinya memiliki kapasitas dalam membangun jejaring lintas sektor, memunculkan terobosan, serta memanfaatkan kekuatan olahraga nasional sebagai daya tarik ekonomi dan investasi.
Proses pendaftaran akan dibuka 3–17 Februari 2026, dengan tahapan seleksi dilakukan secara transparan dan kompetitif. Informasi lebih lanjut mengenai syarat, jadwal, dan alur seleksi dapat diakses melalui situs resmi Kemenpora RI.









.png)
.png)
.png)
LEAVE A REPLY