Home Hiburan Mahar Unik! Pengantin di Rembang Pilih Bibit Mangga, Simbol Cinta yang Tumbuh Seumur Hidup

Mahar Unik! Pengantin di Rembang Pilih Bibit Mangga, Simbol Cinta yang Tumbuh Seumur Hidup

19
0
SHARE
Mahar Unik! Pengantin di Rembang Pilih Bibit Mangga, Simbol Cinta yang Tumbuh Seumur Hidup

Keterangan Gambar : Dok/Kemenag

Rembang — Suasana haru menyelimuti prosesi pernikahan yang digelar pada Sabtu (11/4/2026) di Desa Woro, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang. Pasangan pengantin, Abi Yahya Bunaya Sulthon dan Aprilia Siti Nuraini, menjadi sorotan karena memilih mahar yang tak biasa, yakni berupa bibit pohon mangga.

Prosesi akad nikah yang dipandu Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kragan, M. Ali Akhyar, berlangsung khidmat. Momen penyerahan mahar pun terasa istimewa saat Aprilia menerima bibit pohon mangga dengan penuh haru, lalu mencium tangan sang suami sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur.

Pilihan mahar tersebut bukan tanpa makna. Abi menjelaskan bahwa pohon mangga melambangkan harapan akan kehidupan rumah tangga yang terus tumbuh, berakar kuat, dan kelak menghasilkan buah yang bermanfaat, baik bagi keluarga maupun lingkungan.

“Kami ingin pohon mangga ini tumbuh bersama kami dan menjadi saksi dalam perjalanan rumah tangga kami, bahkan hingga anak-anak kami nanti,” ujar Abi.

Kepala KUA Kragan, M. Ali Akhyar, menegaskan bahwa mahar tersebut secara resmi dicatat dalam buku nikah, bersama dengan seperangkat alat salat dan sejumlah uang tunai.

Fenomena mahar berupa bibit pohon bukan kali pertama terjadi di Rembang. Sebelumnya, pasangan lain juga memberikan mahar serupa sebagai bentuk simbolis sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

Langkah ini sejalan dengan program Ekoteologi yang digagas Kementerian Agama Kabupaten Rembang melalui program MELATI. Kepala Kemenag Rembang, Moh. Mukson, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pasangan pengantin tersebut.

Menurutnya, kondisi lingkungan saat ini membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga dan melestarikan alam. Ia berharap, mahar pohon ini dapat menjadi amal jariyah sekaligus inspirasi bagi masyarakat luas.

“Kami sangat mengapresiasi pasangan yang menjadikan pohon sebagai mahar. Semoga menjadi amal dan wakaf untuk kelestarian alam serta masa depan anak cucu kita,” ujar Mukson.

Pernikahan ini menjadi bukti bahwa mahar tidak selalu harus bernilai materi tinggi, melainkan dapat berupa sesuatu yang sederhana, sarat makna, dan membawa manfaat jangka panjang.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here