.png)
Keterangan Gambar : Dok/Kementan
Jakarta — Pemerintah terus mempercepat pemerataan pasokan protein hewani nasional melalui pembangunan ekosistem hilirisasi ayam terintegrasi. Langkah ini menjadi strategi penting untuk memperkuat produksi sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi peternak di berbagai daerah.
Pengembangan tahap awal difokuskan di Sulawesi Selatan melalui kolaborasi antara BUMN pangan ID FOOD dan PT Ugi Agri Harapan Indonesia. Program ini dirancang untuk menjawab meningkatnya kebutuhan daging ayam dan telur, terutama dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selama ini, produksi ayam nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketimpangan pasokan dan harga di wilayah lain jika tidak diantisipasi secara sistematis.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa pembangunan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir agar lebih efisien dan berkelanjutan.
“Yang kita bangun bukan hanya produksi, tetapi ekosistem yang memastikan penyerapan, keberlanjutan, dan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya saat penandatanganan MoU kerja sama offtake hasil peternakan di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, dalam skema ini BUMN berperan memperkuat sektor hulu seperti penyediaan bibit dan pakan, sementara proses budidaya hingga pengolahan dilakukan bersama mitra dan peternak lokal.
“Kunci keberhasilan ada pada implementasi di lapangan yang berjalan paralel dan terkoordinasi,” tambahnya.
Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, menegaskan bahwa kerja sama ini memastikan hasil produksi peternak terserap dengan baik, khususnya untuk memenuhi kebutuhan program MBG.
“Kami memastikan hasil peternakan terserap sehingga harga tetap stabil dan peternak memiliki kepastian pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT Ugi Agri Harapan Indonesia, Andi Damisnur, menyatakan kesiapan pihaknya menjalankan program bersama mitra dan peternak.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar proses dari produksi hingga distribusi berjalan terintegrasi,” katanya.
Ia juga berharap program ini dapat berkembang lebih luas, tidak hanya di Kabupaten Bone, tetapi ke seluruh Sulawesi Selatan hingga kawasan Indonesia Timur.
Bagi peternak, model hilirisasi terintegrasi ini menghadirkan manfaat nyata, mulai dari akses sarana produksi, pendampingan teknis, hingga kepastian pasar. Hal ini sekaligus memperkuat posisi peternak dalam rantai pasok nasional.
Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya juga menegaskan bahwa hilirisasi menjadi strategi utama untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian dan peternakan di daerah.
Melalui pendekatan ini, usaha peternak diharapkan semakin berkelanjutan, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan secara nyata.
Dengan sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha, ekosistem perunggasan nasional diharapkan semakin merata, efisien, dan mampu mendukung ketahanan pangan berbasis protein hewani di seluruh wilayah Indonesia.

.png)
.png)
.png)





.png)
.png)
.png)
LEAVE A REPLY