.png)
Keterangan Gambar : Dok/Kemenag
SITUBONDO — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya pesantren untuk terus berkembang dan adaptif dalam menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama pendidikan.
Hal tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Pondok Pesantren Walisongo Situbondo, Jumat (17/4).
Menurut Menag, pesantren memiliki posisi strategis dalam sistem pendidikan nasional karena mampu menghadirkan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter.
“Pesantren harus terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman. Namun, nilai-nilai keislaman yang menjadi ruh pendidikan tidak boleh ditinggalkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama ini pesantren telah terbukti menjadi pilar penting dalam membangun peradaban bangsa. Selain melahirkan generasi yang cerdas, pesantren juga menanamkan nilai kemandirian, kedisiplinan, serta semangat kebangsaan.
“Di pesantren, pendidikan tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak dan karakter. Inilah yang membuat pesantren memiliki kekuatan tersendiri,” lanjutnya.
Menag juga mengapresiasi Pondok Pesantren Walisongo Situbondo yang dinilai mampu menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan pendidikan modern. Dengan sanad keilmuan yang terhubung kepada para ulama terdahulu, pesantren ini tetap mempertahankan keseimbangan antara nilai tradisi dan inovasi.
Pesantren tersebut diketahui mengembangkan sistem pendidikan yang komprehensif, mencakup jalur formal, nonformal, dan informal. Pada jalur formal tersedia jenjang pendidikan dari SD/MI hingga SMA/MA/MAK. Sementara jalur nonformal meliputi Madrasah Diniyah Ula, Wustha, dan Ulya, serta program kesetaraan seperti Paket B dan Paket C.
Di tingkat pendidikan tinggi, pesantren ini juga memiliki institusi formal berupa STIQ Walisongo Situbondo yang memperkuat kajian keislaman berbasis Al-Qur’an.
“Pesantren memiliki keunggulan dalam membangun keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan spiritualitas. Ini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren, Kementerian Agama Republik Indonesia turut memberikan bantuan sebesar Rp100 juta kepada Pondok Pesantren Walisongo Situbondo. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan serta memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan keagamaan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing.

.png)
.png)
.png)





.png)
.png)
.png)
LEAVE A REPLY