Home Seputar Bogor Pemkab Bogor Tebar 10.000 Ikan Lokal di Telaga Saat untuk Jaga Ekosistem Ciliwung

Pemkab Bogor Tebar 10.000 Ikan Lokal di Telaga Saat untuk Jaga Ekosistem Ciliwung

5
0
SHARE
Pemkab Bogor Tebar 10.000 Ikan Lokal di Telaga Saat untuk Jaga Ekosistem Ciliwung

Keterangan Gambar : Dok/Bogorkab.go.id

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar kegiatan Ngalokat Cai di kawasan Telaga Saat, Puncak, dengan menebar 10.000 indukan dan benih ikan lokal. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

Selain penebaran ikan, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon, pelepasan burung, serta penaburan eco enzyme sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan Titik Nol Sungai Ciliwung.

Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan bahwa kegiatan di Telaga Saat merupakan langkah lanjutan Pemkab Bogor dalam menjaga ekosistem perairan, setelah sebelumnya dilakukan pengendalian ikan sapu-sapu di sejumlah wilayah hilir.

“Beberapa waktu lalu kami melakukan penangkapan ikan sapu-sapu di setu dan sungai wilayah hilir seperti Cibinong dan Gunung Putri. Ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan,” ujar Ajat.

Menurutnya, ikan sapu-sapu memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi perairan yang tercemar dan berpotensi menekan populasi ikan lain. Karena itu, Pemkab Bogor kini fokus menebar ikan yang sesuai dengan habitat alami Sungai Ciliwung.

“Kami menebar indukan dan benih ikan lokal di wilayah hulu dengan harapan dapat berkembang biak dan memperkuat populasi ikan hingga ke wilayah hilir mengikuti aliran sungai,” jelasnya.

Ajat menegaskan, program tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik sepanjang aliran Sungai Ciliwung. Pemkab Bogor juga memastikan jenis ikan yang ditebar telah melalui proses seleksi agar tidak mengganggu keberadaan ikan endemik.

“Kami berkomitmen menjaga keberlanjutan ekosistem dan menghindari penebaran ikan invasif yang berpotensi mengancam ikan-ikan lokal. Masukan dari pegiat konservasi menjadi perhatian penting bagi kami,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Kabupaten Bogor Rohman mengungkapkan, sebanyak 10.000 indukan dan benih ikan yang ditebar terdiri dari jenis ikan Baung, Nilem, Tawes, dan Brida yang merupakan spesies sesuai habitat perairan setempat.

“Seluruh ikan yang ditebar merupakan jenis lokal yang sesuai dengan kondisi lingkungan Telaga Saat dan kawasan hulu Ciliwung,” ujar Rohman.

Dukungan juga datang dari komunitas lingkungan. Alpata dari Masyarakat Perkebunan Ciliwung menilai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya konservasi kawasan Telaga Saat sebagai Titik Nol Ciliwung.

“Kegiatan ini tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang konservasi dan pelestarian ikan lokal. Ini bisa menjadi daya tarik wisata yang tetap memperhatikan kelestarian alam,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Ngalokat Cai, Pemkab Bogor berharap upaya pelestarian lingkungan dapat semakin melibatkan masyarakat sekaligus memperkuat keberadaan ekosistem perairan yang sehat dari hulu hingga hilir Sungai Ciliwung.

 

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here