Home Dunia Islam Konflik Timur Tengah Memanas, PBNU Instruksikan Qunut Nazilah di Seluruh Masjid NU

Konflik Timur Tengah Memanas, PBNU Instruksikan Qunut Nazilah di Seluruh Masjid NU

Surat Resmi PBNU Minta Warga Nahdliyin Baca Qunut Nazilah di Setiap Shalat Fardhu sebagai Respons Spiritual atas Agresi AS–Israel ke Iran

15
0
SHARE
Konflik Timur Tengah Memanas, PBNU Instruksikan Qunut Nazilah di Seluruh Masjid NU

JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerbitkan surat instruksi resmi kepada seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdliyin untuk melaksanakan pembacaan Qunut Nazilah dalam setiap shalat fardhu. Kebijakan ini diambil menyusul eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang kian memanas akibat agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Nomor 51/PB.01/A.II.08.47/99/03/2026 tertanggal 11 Ramadhan 1447 H atau bertepatan dengan 1 Maret 2026 M. Surat itu ditujukan kepada seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), pengasuh pondok pesantren di lingkungan RMINU, serta takmir masjid dan mushala di bawah naungan NU.

Dalam surat tersebut, PBNU menginstruksikan agar Qunut Nazilah dibaca pada rakaat terakhir setiap shalat fardhu, termasuk Shalat Jumat. Adapun ketentuan teknis pelaksanaannya juga dijelaskan secara rinci. Qunut Nazilah tidak didahului doa qunut yang biasa dibaca pada Shalat Subuh. Khusus untuk Shalat Subuh, Qunut Nazilah dibaca setelah doa qunut Subuh.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, bersama Rais Aam Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, dan Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf turut menandatangani surat instruksi tersebut.

Langkah ini dipandang sebagai bentuk kepedulian umat Islam Indonesia terhadap situasi konflik yang terjadi di Timur Tengah. Melalui Qunut Nazilah, warga NU diajak memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan keselamatan kepada masyarakat sipil yang terdampak serta menghadirkan perdamaian dan keadilan.

PBNU berharap masjid, mushala, dan pesantren di bawah naungan NU dapat serentak menghidupkan Qunut Nazilah sebagai respons spiritual atas situasi global yang memprihatinkan. Selain sebagai doa bersama, instruksi ini juga menjadi pengingat bahwa solidaritas umat tidak hanya diwujudkan melalui sikap politik dan bantuan kemanusiaan, tetapi juga melalui kekuatan spiritual dan kebersamaan dalam bermunajat.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here