Home Seputar Bogor Paskap Bogor Timur Konsolidasi dan Buka Puasa Bersama, Bahas Serius Pemekaran Wilayah

Paskap Bogor Timur Konsolidasi dan Buka Puasa Bersama, Bahas Serius Pemekaran Wilayah

50
0
SHARE
Paskap Bogor Timur Konsolidasi dan Buka Puasa Bersama, Bahas Serius Pemekaran Wilayah

Cileungsi – Relawan Pasukan Kemeja Putih (Paskap) Bogor Timur menggelar pertemuan sekaligus buka puasa bersama di kediaman Ketua Umum Paskap, Mardani Kanta, di Cileungsi, Rabu (18/3). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus forum diskusi strategis terkait wacana pemekaran Bogor Timur.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan ketua dan sekretaris dari tujuh kecamatan di wilayah Bogor Timur, yakni Cileungsi, Klapanunggal, Gunung Putri, Jonggol, Sukamakmur, Cariu, dan Tanjungsari. Selain mempererat kebersamaan antarrelawan, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang untuk membahas kesiapan pemekaran wilayah.

Hadir sebagai narasumber di antaranya Ketua Umum Paskap Mardani Kanta, Kyai Abdul Hakim (dosen STISNU Tangerang), Danil Zuchron (Rektor Institut Vinus Bogor), serta Agus Hadi selaku pimpinan Media Parameter Bogor Timur.

Dalam sambutannya, Mardani Kanta menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi antarrelawan, meskipun momentum Pilkada telah usai. Ia mengingatkan bahwa Paskap memiliki tanggung jawab untuk terus mengawal kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, sekaligus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya di wilayah Bogor Timur.

“Meski pemilihan sudah selesai, silaturahmi harus tetap dijaga. Hari ini kita harus terus mengawal kepemimpinan Rudy Susmanto dan memastikan aspirasi masyarakat Bogor Timur tetap diperjuangkan,” ujar Mardani.

Sementara itu, Kyai Abdul Hakim dalam pemaparannya mengangkat konsep isti’dad yang dikutip dari kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah. Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut menekankan pentingnya kesiapan dalam meraih sesuatu yang besar, termasuk dalam konteks pemekaran wilayah.

“Dalam Al-Hikam ada konsep isti’dad, yaitu mempersiapkan wadah. Jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang besar, maka kita harus menyiapkan kapasitas diri dan potensi yang ada,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa wacana pemekaran Bogor Timur tidak boleh berjalan tanpa perencanaan yang matang. Menurutnya, perlu adanya rencana kolektif yang jelas terkait potensi dan peluang yang bisa dikembangkan di wilayah tersebut.

“Kalau Bogor Timur ingin mekar secara mandiri, jangan sampai secara kolektif tidak ada perencanaan. Potensi dan peluang harus dipetakan dengan baik, dan itu harus mulai dibangun oleh teman-teman Paskap,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Danil Zuchron menegaskan bahwa pemekaran Bogor Timur merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan perencanaan komprehensif. Ia menyebut Bogor Timur sebagai “tanah harapan” yang harus dipersiapkan dengan matang demi mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Pemekaran ini bukan hal kecil, tapi kerja besar yang membutuhkan perancangan yang tepat. Bogor Timur adalah tanah harapan menuju kesejahteraan, sehingga kita harus mulai memikirkan seperti apa masyarakat yang ingin kita bangun ke depan,” ungkap Danil.

Melalui kegiatan ini, Paskap Bogor Timur diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi relawan, tetapi juga mampu berperan aktif dalam merumuskan gagasan dan langkah konkret menuju pemekaran wilayah yang terencana dan berkelanjutan.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here