Home Sejarah Indonesia Riksa Wisesa Jadi Penanda Awal Kebangkitan Museum Pajajaran di Kota Bogor

Riksa Wisesa Jadi Penanda Awal Kebangkitan Museum Pajajaran di Kota Bogor

Kebudayaan

23
0
SHARE
Riksa Wisesa Jadi Penanda Awal Kebangkitan Museum Pajajaran di Kota Bogor

Keterangan Gambar : Dok/Kotabogor.go.id

Kota Bogor – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon didampingi Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim membuka pameran bertajuk “Riksa Wisesa, Jejak Pajajaran: Kuasa, Pusaka, dan Ajaran Sunda” di Bumi Ageung Batutulis, Kota Bogor, Kamis (5/2/2026).

Pameran keris dan kujang ini menjadi langkah awal aktivasi Museum Pajajaran sebagai pusat budaya sekaligus pusat informasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, budaya, dan peradaban Sunda yang kaya dan bernilai tinggi.

Dalam pameran tersebut ditampilkan 60 koleksi pusaka, serta dibuka bursa kujang dan keris yang akan berlangsung hingga 9 Februari 2026.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud semangat bersama untuk menghidupkan kawasan bersejarah dan monumental Prasasti Batutulis sebagai Museum Pajajaran. Aktivasi museum diawali melalui pameran, yang secara bertahap ke depan akan berkembang menjadi pusat kantong budaya.

“Kawasan Prasasti Batutulis ini akan kita kembangkan sebagai Museum Pajajaran. Kita mulai dengan pameran, dan ke depan secara bertahap akan menjadi pusat kebudayaan yang hidup,” ujar Fadli Zon.

Ia menambahkan, kawasan Prasasti Batutulis yang terintegrasi dengan Museum Pajajaran juga akan dilengkapi dengan pembangunan amfiteater sebagai ruang terbuka untuk berbagai aktivitas budaya dan seni.

“Kami akan membantu penataan museum agar lebih besar lagi. Insyaallah artefaknya pelan-pelan kita isi. Akan kita dokumentasikan, para seniman dan budayawan juga bisa ikut berkontribusi, dan nanti akan dilakukan kurasi dengan baik,” jelasnya.

Menurut Fadli Zon, Tanah Sunda memiliki kekayaan sejarah yang sangat besar, namun hingga kini belum seluruhnya terinformasikan dan terhimpun secara terintegrasi.

“Ke depan, kawasan ini juga bisa dikembangkan dengan ekspresi budaya lain seperti wayang, angklung, dan berbagai warisan budaya tak benda lainnya. Dengan begitu kita akan memiliki satu ruang pamer yang utuh. Saat ini baru tahap awal sebagai etalase kujang dan keris Pasundan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Kementerian Kebudayaan dalam mendukung berdirinya dan pengembangan Museum Pajajaran.

“Prasasti Batutulis adalah pertanda bahwa di kawasan ini pernah berkembang pusat kebudayaan dan kesenian masyarakat Sunda yang maju, tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga di berbagai bidang kehidupan,” kata Dedie.

Dengan dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan, Dedie berharap Prasasti Batutulis dan Museum Pajajaran yang telah terintegrasi dapat menjadi ruang pembelajaran sejarah dan budaya bagi generasi mendatang.

“Harapannya generasi muda semakin mengenal budaya Sunda, kesenian Sunda, serta berbagai capaian peradaban yang telah dihadirkan oleh tokoh-tokoh hebat di masa lalu,” pungkas Dedie Rachim.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here