Home Dunia Islam Tarawih Perdana di IKN, Sinyal Nusantara Jadi Mediator Islam Asia Tenggara

Tarawih Perdana di IKN, Sinyal Nusantara Jadi Mediator Islam Asia Tenggara

Menag Nasaruddin Umar sebut Masjid Negara IKN akan terhubung dengan Brunei, Malaysia, dan Singapura lewat agenda Ramadan bersama dalam forum MABIMS.

18
0
SHARE
Tarawih Perdana di IKN, Sinyal Nusantara Jadi Mediator Islam Asia Tenggara

Keterangan Gambar : Dok/Kemenag

IKN (Kemenag) — Salat tarawih di Masjid Negara IKN bukan sekadar ibadah Ramadan, tetapi menjadi penanda peran strategis Indonesia dalam membangun jejaring Islam kawasan Asia Tenggara dari ibu kota baru.

Menteri Agama Nasaruddin Umar turut melaksanakan salat tarawih berjamaah di Masjid Negara IKN, Jumat (20/2/2026). Sebelumnya, Menag juga mengikuti salat Jumat dan kegiatan penanaman pohon di kawasan masjid.

Masjid Negara IKN berdiri di atas lahan seluas 76.647 meter persegi. Bangunan ini memiliki empat lantai dan dua lantai mezzanine, dengan kapasitas mencapai sekitar 29.000 jemaah. Selain menjadi pusat ibadah, masjid ini diproyeksikan sebagai ruang perjumpaan dan diplomasi keagamaan tingkat regional.

Usai tarawih, Menag menyampaikan bahwa sejumlah program Ramadan di IKN akan terhubung langsung dengan negara-negara Asia Tenggara.

“Program Ramadan nanti akan kita adakan Nuzulul Quran secara nasional di sini. Nuzulul Quran kita itu kerja sama juga dengan Asia Tenggara, jadi masjid Brunei, Malaysia, Singapura itu live diikuti juga oleh orang-orang kita di Asia Tenggara. Nanti takbirnya juga takbir paralel Istiqlal, IKN dan juga masjid-masjid Asia Tenggara,” ujarnya.

Kerja sama tersebut berada dalam kerangka forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Malaysia, Indonesia, dan Singapura atau MABIMS.

Menurut Menag, MABIMS menjadi wadah kolaborasi strategis antarmenteri agama di kawasan. Forum ini melibatkan Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura, serta sejumlah wilayah sebagai pengamat seperti Timor Leste, Thailand Selatan, dan Filipina. Ia juga menyebut jejak historis Islam di kawasan Asia Tenggara memiliki keterkaitan dengan Champa di Kamboja.

Lebih lanjut, Menag menegaskan bahwa posisi IKN akan diperkuat sebagai simpul baru pertemuan dan kerja sama Islam regional.

“Jadi inilah Istiqlal Nusantara menjadi mediator Islam Asia Tenggara,” pungkasnya.

Dengan konsep konektivitas lintas negara dan penguatan diplomasi keagamaan, Masjid Negara IKN tidak hanya menjadi simbol spiritual di ibu kota baru, tetapi juga etalase peran Indonesia dalam membangun moderasi dan kolaborasi Islam Asia Tenggara.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here