Home Pemerintahan DKP Kabupaten Bogor Sulap Lahan Bomang Jadi Taman Pangan, Ada Sayuran hingga Ternak Ayam

DKP Kabupaten Bogor Sulap Lahan Bomang Jadi Taman Pangan, Ada Sayuran hingga Ternak Ayam

51
0
Berita ini dibaca 51 kali
👥Pengunjung hari ini 276
📊Total pengunjung 24,257
Sedang online 2
SHARE
DKP Kabupaten Bogor Sulap Lahan Bomang Jadi Taman Pangan, Ada Sayuran hingga Ternak Ayam

Keterangan Gambar : Dok/Bogorkab.go.id

BOJONGGEDE – Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat melalui pengembangan Taman Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) di Zona 19 kawasan Bomang. Program yang diinisiasi Bupati Bogor Rudy Susmanto ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, kawasan tersebut dikembangkan menjadi lahan produktif yang mengintegrasikan budidaya sayuran, edukasi pertanian, penyediaan bibit, hingga pemeliharaan ayam.

Kepala DKP Kabupaten Bogor, Andri Hadian, menjelaskan bahwa pengembangan Taman B2SA dilakukan bersama gabungan kelompok pengelola Taman B2SA di Kecamatan Bojonggede. Kawasan ini dirancang sebagai ruang pemberdayaan masyarakat sekaligus sarana pembelajaran mengenai ketahanan pangan dan pola konsumsi sehat.

“Di Zona 19 kami membuat Taman B2SA yang dilengkapi saung edukasi, saung bibit, kandang ayam, dan penanaman benih sayuran. Pengelolaannya dilakukan bersama gabungan kelompok Taman B2SA di Kecamatan Bojonggede,” ungkap Andri.

Saat ini, sejumlah tanaman pangan mulai dibudidayakan, di antaranya bayam, kangkung, dan jagung. Pemanfaatan lahan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat mengoptimalkan lingkungan sekitar untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga.

Selain tanaman sayuran, keberadaan kandang ayam juga menjadi bagian dari upaya menyediakan sumber pangan yang beragam, khususnya protein hewani.

Menurut Andri, Taman B2SA tidak hanya berorientasi pada hasil budidaya, tetapi juga memiliki fungsi edukasi. Masyarakat diharapkan semakin memahami pemanfaatan lahan pekarangan, teknik budidaya tanaman pangan, serta pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

Program ini turut melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai proyek percontohan binaan DKP Kabupaten Bogor. Kelompok tersebut telah mengadakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berkolaborasi dengan kader ketahanan pangan.

Keterlibatan berbagai kelompok ini diharapkan memperkuat sinergi dalam kegiatan budidaya, pemanfaatan hasil panen, serta pemenuhan kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat.

Untuk memperluas manfaat ekonomi, Taman B2SA Bomang direncanakan memiliki saung pasar sayuran yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pemasaran hasil budidaya kelompok pengelola.

Melalui fasilitas tersebut, hasil panen diharapkan dapat dipasarkan secara langsung sehingga memberikan nilai tambah dan membuka peluang pendapatan bagi masyarakat.

Pengembangan ini sekaligus diarahkan untuk membangun ekosistem pertanian produktif yang menghubungkan proses budidaya, pemanfaatan hasil panen, hingga pemasaran komoditas pangan.

Saat ini, pembangunan empat saung di kawasan Taman B2SA masih dalam tahap penyelesaian. Fasilitas tersebut mencakup saung edukasi, saung bibit, dan saung pasar sayuran yang mendukung kegiatan pembelajaran, pembibitan, serta pemasaran hasil pertanian.

Untuk menunjang kegiatan budidaya, DKP Kabupaten Bogor juga menyiapkan berbagai sarana dan bahan pertanian, mulai dari benih tomat, terong, cabai rawit, pepaya, sawi, bayam, dan kangkung hingga pestisida organik, polibag, pupuk kandang, dolomit, peralatan pertanian, paranet, serta kandang ayam.

Ke depan, keberhasilan program ini akan ditentukan oleh keberlanjutan pengelolaan, perawatan tanaman, peningkatan keterampilan kelompok, serta pengembangan pemasaran hasil panen.

Melalui pengembangan Taman B2SA di Zona 19 Bomang, Pemkab Bogor berharap pemanfaatan lahan produktif dapat memberikan manfaat yang lebih luas, mulai dari meningkatkan kemandirian pangan keluarga, memperkuat edukasi gizi, hingga membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Program ini juga diharapkan menjadi salah satu model pemberdayaan masyarakat yang memadukan ketahanan pangan dan penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bogor.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here