Home Pemerintahan Mentan Amran: Pers Pilar Demokrasi, Kunci Swasembada Pangan & Indonesia Emas

Mentan Amran: Pers Pilar Demokrasi, Kunci Swasembada Pangan & Indonesia Emas

kementan

18
0
SHARE
Mentan Amran: Pers Pilar Demokrasi, Kunci Swasembada Pangan & Indonesia Emas

Keterangan Gambar : Dok. Kementan

Bogor – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa insan pers, termasuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra negara dalam mendukung swasembada pangan, stabilitas nasional, dan pertahanan negara.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat menjadi narasumber dalam Retreat PWI Tahun 2026 yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/01/2026).

Menurut Mentan Amran, peran pers tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas ruang publik, menangkal hoaks, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan negara, khususnya di sektor pangan.

“PWI, wartawan ini sangat penting, pilar demokrasi. Kita kolaborasi, kemudian berpikir positif untuk republik ini,” tegas Mentan Amran.

Ia menekankan bahwa tantangan besar bangsa ke depan, termasuk mewujudkan swasembada pangan dan visi Indonesia Emas, tidak mungkin dicapai tanpa kolaborasi seluruh elemen bangsa, termasuk media.

“Republik ini tidak bisa kita bangun menuju Indonesia Emas, Indonesia super power, tanpa kolaborasi,” ujarnya.

Mentan Amran juga menegaskan bahwa kehadiran insan pers sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan nasional, terutama untuk menjaga keseimbangan informasi dan membangun optimisme publik.

“Wartawan sangat dibutuhkan, PWI sangat dibutuhkan kehadirannya. Sangat dibutuhkan untuk membangun negeri yang kita cintai,” katanya.

Retreat PWI Tahun 2026 sendiri mengusung tema “Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional.”

Kegiatan ini diikuti wartawan dari berbagai daerah di Indonesia sebagai ruang konsolidasi dan penguatan peran strategis pers.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menekankan pentingnya fungsi kontrol pers melalui kritik yang sehat dan konstruktif, bukan fitnah atau upaya saling menjatuhkan.

“Kita butuh kritik konstruktif, bukan fitnah-fitnah. Bukan saling menjatuhkan sesama anak bangsa. Negara ini harus berkelanjutan, harus sampai ribuan tahun ke depan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh capaian pemerintah merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa, termasuk insan pers.

“Hasil kerja pemerintah itu adalah hasil kerja sama anak bangsa, semua anak bangsa, termasuk wartawan,” lanjutnya.

Lebih jauh, Mentan Amran menegaskan bahwa cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan berpengaruh di tingkat global hanya bisa diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor.

“Tidak bisa negeri ini menjadi super power kalau bukan kolaborasi seluruh sektor, termasuk wartawan,” katanya.

Menutup pernyataannya, Mentan Amran mengajak insan pers untuk terus bergandengan tangan dengan pemerintah melalui pemberitaan yang berimbang, faktual, dan mampu membangun optimisme bangsa.

“Ayo kita gandengan tangan membangun Republik Indonesia dengan mengangkat berita-berita positif yang bisa membangun republik ini,” pungkasnya.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here