Home Dunia Islam Ribuan Gen Z Serbu Coaching Observasi Hilal Kemenag, Siap Pahami Penetapan Awal Ramadan

Ribuan Gen Z Serbu Coaching Observasi Hilal Kemenag, Siap Pahami Penetapan Awal Ramadan

1.991 peserta daftar, mayoritas Gen Z antusias pelajari hisab dan rukyat jelang Ramadan

14
0
SHARE
Ribuan Gen Z Serbu Coaching Observasi Hilal Kemenag, Siap Pahami Penetapan Awal Ramadan

Jakarta — Giat bertajuk ‘Yasalunaka Anil Ahillah: Hilal Observation Coaching’ yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Ditjen Bimas Islam Kemenag) banjir peminat. Ribuan generasi Z tercatat mendaftar untuk mengikuti kegiatan yang berlangsung di Jakarta, 17 Februari 2026.

Program ini menjadi bagian dari penguatan literasi publik menjelang Ramadan, khususnya dalam memahami mekanisme penentuan awal bulan Hijriah secara komprehensif dan bertanggung jawab.

Nama kegiatan diambil dari penggalan ayat 189 Surat Al-Baqarah, “Yas’al?naka ‘anil-ahillah” (Mereka bertanya kepadamu tentang hilal). Frasa tersebut merefleksikan semangat edukasi dan dialog keilmuan dalam menjawab pertanyaan umat terkait fenomena hilal, baik dari perspektif syariat maupun astronomi.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa jumlah peserta yang mendaftar secara luring mencapai 127 orang, sementara pendaftar daring menembus 1.864 peserta.

“Peserta didominasi generasi Z, terdiri atas mahasiswa, komunitas falak muda, serta influencer dan konten kreator yang aktif di media sosial,” terang Arsad di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, kegiatan ini dirancang dalam format coaching interaktif agar generasi muda memahami bahwa penetapan awal bulan Hijriah bukan sekadar pengumuman, melainkan melalui proses ilmiah yang melibatkan metode hisab, rukyat, serta musyawarah para ahli.

“Kita ingin generasi muda memahami bahwa penetapan awal bulan Hijriah bukan sekadar pengumuman, tetapi melalui proses ilmiah yang melibatkan hisab, rukyat, serta musyawarah para ahli,” sambungnya.

Kegiatan digelar di Ruang Perpustakaan lantai 2 Gedung Layanan Kementerian Agama, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta. Materi yang disampaikan meliputi landasan syar’i penentuan awal bulan Hijriah, integrasi metode hisab dan rukyat di Indonesia, pengenalan instrumen observasi hilal, hingga strategi komunikasi publik berbasis data dan sains. Agenda juga mencakup pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari’ah serta sesi dialog terbuka.

Hadir sebagai narasumber M. Yusuf, peneliti astronomi dari Institut Teknologi Bandung yang berkiprah di Observatorium Bosscha. Ia akan memaparkan aspek astronomis visibilitas hilal, termasuk parameter ketinggian, elongasi, serta perkembangan riset pengamatan hilal di Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian penentuan awal Ramadan, Kementerian Agama juga akan menggelar Sidang Isbat pada 17 Februari 2026 di Hotel Borobudur Jakarta. Sidang ini menghadirkan perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, instansi terkait, serta duta besar negara sahabat.

Rangkaian Sidang Isbat diawali dengan seminar posisi hilal secara astronomis yang digelar terbuka untuk umum. Selepas Magrib, sidang digelar tertutup guna membahas data hisab dan laporan hasil rukyat sebelum pemerintah menetapkan awal Ramadan secara resmi. Keputusan tersebut kemudian diumumkan Menteri Agama melalui konferensi pers.

“Mekanisme ini menegaskan bahwa keputusan yang diambil pemerintah didasarkan pada pertimbangan syar’i dan ilmiah sekaligus, serta mengedepankan prinsip musyawarah dan tanggung jawab publik,” tandas Arsad.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here