Home Seputar Bogor Rudy Susmanto Pimpin Pengecekan Pos PAM Jelang Puncak Arus Mudik

Rudy Susmanto Pimpin Pengecekan Pos PAM Jelang Puncak Arus Mudik

60
0
SHARE
Rudy Susmanto Pimpin Pengecekan Pos PAM Jelang Puncak Arus Mudik

Keterangan Gambar : Dok/Bogorkab.go.id

CIBINONG – Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan kesiapan Pos Pengamanan (Pos PAM) Lebaran di sejumlah titik strategis, Rabu (18/3/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sistem pelayanan dalam menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Idulfitri.

Peninjauan dilakukan di empat lokasi, yakni Pos PAM Cileungsi, Pos PAM Tugu Panca Karsa, Pos PAM Sentul City, dan Pos PAM Hoegeng. Di setiap titik, rombongan mengecek langsung kondisi petugas serta fasilitas pendukung yang disiapkan untuk masyarakat.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa Kabupaten Bogor memiliki karakteristik lalu lintas yang lebih kompleks dibanding daerah lain. Hal ini disebabkan adanya tiga potensi arus yang terjadi secara bersamaan, yakni arus mudik, arus balik, dan arus wisata.

“Bogor ini memiliki tiga potensi arus yang harus kita antisipasi secara bersamaan. Ini yang membuat pengelolaan lalu lintas membutuhkan perhatian khusus,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan estimasi, jumlah pergerakan masyarakat yang melintas di wilayah Kabupaten Bogor dapat mencapai sekitar 2 juta orang selama periode Lebaran.

“Ini tentu menjadi tantangan besar yang harus kita kelola bersama,” jelasnya.

Selain melakukan peninjauan, Bupati Bogor bersama Forkopimda juga menyerahkan bantuan logistik kepada para petugas sebagai bentuk dukungan atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh petugas gabungan, mulai dari TNI, Polri, tenaga kesehatan, Satpol PP, BPBD, hingga Damkar yang tetap siaga di tengah momentum Lebaran.

Sementara itu, Kapolres Bogor, Wikha Ardilestanto menjelaskan, kondisi lalu lintas di lapangan relatif terkendali. Tidak ditemukan kemacetan total, melainkan hanya perlambatan arus di beberapa titik, termasuk kawasan Gadog.

Ia menyebutkan, peningkatan volume kendaraan saat ini merupakan bagian dari puncak arus mudik gelombang kedua yang diprediksi terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026.

“Volume kendaraan meningkat signifikan, terutama yang mengarah ke wilayah selatan. Banyak masyarakat memilih jalur arteri untuk menghindari jalur utama,” terangnya.

Peralihan arus ini dipicu oleh penerapan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way menuju Tol Trans Jawa, sehingga sebagian pemudik beralih ke jalur alternatif melalui wilayah selatan Kabupaten Bogor.

Berdasarkan data kepolisian, volume kendaraan menuju kawasan Puncak mencapai sekitar 43.000 hingga 46.000 kendaraan roda empat per hari, ditambah sekitar 10.000 kendaraan roda dua. Totalnya, sekitar 50.000 kendaraan per hari menuju kawasan tersebut.

Meski demikian, Kapolres memastikan kondisi masih dalam kategori terkendali. “Perlambatan arus rata-rata tidak lebih dari dua kilometer,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan pada hari H Lebaran, khususnya hari kedua yang identik dengan aktivitas silaturahmi dan wisata, pihak kepolisian akan memperkuat pengamanan dan pengaturan lalu lintas di jalur Puncak.

Di sisi lain, sektor wisata saat ini masih relatif landai, seiring belum tingginya tingkat okupansi hotel di kawasan Puncak.

Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Kabupaten Bogor menyiapkan 16 pos pengamanan yang terdiri dari 14 Pos PAM, satu Pos Pelayanan, dan satu Pos Terpadu.

Seluruh pos tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat beristirahat selama perjalanan mudik, sekaligus memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here