.png)
Keterangan Gambar : dok/depok.go.id
DEPOK – RSUD Khidmat Sehat Afiat (KiSA) Kota Depok terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan, khususnya bagi pasien penderita gagal ginjal. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah penambahan 50 unit mesin hemodialisa melalui pembangunan rumah sakit layanan ginjal terpadu.
Direktur RSUD KiSA, Agus Gojali, mengatakan rencana tersebut ditargetkan mulai berproses pada tahun depan. Saat ini, pihaknya telah mengajukan anggaran dan tengah fokus pada tahap perencanaan teknis.
“InsyaAllah anggaran sudah kami ajukan. Tahun ini kami fokus pada penyusunan DED dan kajian FAS sebagai tahap awal,” ujarnya dalam acara puncak HUT ke-18 RSUD KiSA Kota Depok, Kamis (30/04/2026).
Agus menjelaskan, pengembangan layanan ginjal terpadu ini menjadi langkah penting untuk menjawab tingginya kebutuhan layanan hemodialisa atau cuci darah di Kota Depok dan sekitarnya. Saat ini, RSUD KiSA memiliki 24 unit mesin hemodialisa yang melayani pasien gagal ginjal.
Namun, jumlah tersebut dinilai belum mampu mengimbangi tingginya permintaan layanan. Bahkan, daftar tunggu pasien yang membutuhkan layanan cuci darah masih cukup tinggi.
“Waiting list atau daftar tunggu layanan hemodialisa saat ini sudah lebih dari 20 pasien. Artinya, kami memang belum bisa melayani seluruh kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Dengan rencana penambahan menjadi 50 unit mesin hemodialisa, pihak rumah sakit berharap dapat mengurangi antrean pasien sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
Agus menegaskan, pembangunan rumah sakit layanan ginjal terpadu ini merupakan bagian dari komitmen RSUD KiSA dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal, cepat, dan merata bagi masyarakat.
“Ini menjadi langkah penting agar ke depan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan layanan hemodialisa yang sangat dibutuhkan,” tandasnya.

.png)
.png)
.png)





.png)
.png)
1.png)
LEAVE A REPLY