Home Ekonomi Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah Dongkrak Ekonomi Hingga Tembus 5,61 Persen

Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah Dongkrak Ekonomi Hingga Tembus 5,61 Persen

27
0
SHARE
Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah Dongkrak Ekonomi Hingga Tembus 5,61 Persen

Keterangan Gambar : Dok/Kemenkeu/Zalfa

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan I-2026 menunjukkan tren positif dengan capaian sebesar 5,61 persen, meningkat dibanding periode sebelumnya yang berada di angka 5,39 persen. Pemerintah menilai peningkatan tersebut menjadi sinyal mulai efektifnya berbagai program strategis yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pertumbuhan ekonomi di atas lima persen menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk keluar dari tren stagnasi pertumbuhan yang selama ini terjadi.

“Kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Program-program Bapak Presiden Prabowo ketika mulai kelihatan dampaknya, sudah mulai bisa mendorong ekonomi ke arah pertumbuhan yang lebih cepat,” ujar Purbaya dalam program wawancara di SCTV, Minggu (10/5).

Menurutnya, percepatan pelaksanaan program strategis nasional menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong laju ekonomi. Pemerintah, kata dia, memastikan dukungan pembiayaan dilakukan secara cepat agar program-program prioritas berjalan optimal.

Beberapa program yang menjadi perhatian pemerintah di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan Koperasi Merah Putih, sektor pupuk, hingga energi. Pemerintah disebut sengaja mempercepat pencairan pendanaan agar pelaksana program dapat menekan biaya operasional dan menjaga keberlanjutan program.

“Kalau mereka butuh uang, saya kasih cepat. MBG butuh uang, saya kasih cepat. Pupuk juga perlu dana di depan, sehingga mereka bisa menghemat cost of fund,” jelasnya.

Selain mempercepat belanja negara, pemerintah juga berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan subsidi, khususnya subsidi bahan bakar minyak (BBM). Menurut Purbaya, langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas sosial dan memastikan pembangunan tetap berjalan tanpa gejolak di masyarakat.

Ia menegaskan, pemerintah tidak sepenuhnya mencabut subsidi, melainkan melakukan penyesuaian agar subsidi lebih tepat sasaran dan tidak banyak dinikmati kelompok masyarakat mampu.

“Lebih baik subsidi sebagian tetap berjalan, sebagian dikurangi untuk orang-orang kaya. Masyarakat tetap tenang dan pembangunan bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat penyaluran APBN agar perputaran ekonomi terjadi lebih merata sepanjang tahun dan tidak menumpuk di akhir tahun anggaran. Langkah lain yang ditempuh yakni injeksi likuiditas sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke sistem perbankan guna memastikan kecukupan uang beredar di sektor ekonomi.

Kebijakan tersebut diyakini menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya aktivitas ekonomi nasional pada awal tahun 2026.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here