Home Ekonomi Rudy Susmanto Siapkan Parung Jadi Magnet Ekonomi Baru

Rudy Susmanto Siapkan Parung Jadi Magnet Ekonomi Baru

31
0
SHARE
Rudy Susmanto Siapkan Parung Jadi Magnet Ekonomi Baru

Keterangan Gambar : Dok/Bogorkab.go.id

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor tengah menyiapkan transformasi besar kawasan Parung menjadi pusat ekonomi baru yang terintegrasi dan modern. Tidak sekadar penataan pasar, konsep yang diusung menggabungkan fungsi perdagangan, kuliner, hingga transportasi dalam satu kawasan terpadu.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran kepala perangkat daerah di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin (27/4).

Menurut Rudy, Parung memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih terstruktur dan representatif. Salah satu fokus utama adalah pembangunan pasar ikan modern yang terintegrasi dengan pusat layanan masyarakat dan area kuliner.

“Konsepnya bukan hanya pasar biasa. Kita ingin ada pasar ikan yang tertata, lalu di lantai atasnya ada tempat makan yang nyaman. Masyarakat bisa menikmati kuliner sambil melihat langsung aktivitas perdagangan di bawah,” ujarnya.

Tak hanya itu, kawasan ini juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti area parkir terpadu (park and ride) dan shelter angkutan umum. Upaya ini ditujukan untuk mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi akibat angkutan yang berhenti sembarangan di badan jalan.

Pemkab Bogor pun telah menyiapkan dua lahan strategis. Lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi akan menjadi pusat utama kegiatan ekonomi terintegrasi, sementara lahan seluas kurang lebih 2 hektare akan difungsikan sebagai kawasan pendukung, termasuk akses transportasi.

Rudy menegaskan, pengembangan Parung tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Untuk mempercepat realisasi, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui berbagai skema, mulai dari sewa hingga Kerja Sama Operasi (KSO) jangka panjang.

“Kita tidak ingin lahan milik pemerintah hanya diam. Lebih baik kita kerjasamakan agar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa penataan wilayah dilakukan secara bertahap. Setelah fokus pada Cibinong, kini Parung menjadi kawasan strategis berikutnya.

“Konsepnya bukan menggusur, tapi menata. PKL tetap difasilitasi, namun dengan penataan yang lebih rapi dan nyaman sesuai semangat Tegar Beriman,” jelasnya.

Penataan juga mencakup optimalisasi aset lama seperti terminal yang selama ini kurang termanfaatkan. Terminal tersebut akan diaktifkan kembali dan diintegrasikan dengan Pasar Parung, termasuk pembangunan akses jalan baru untuk mempermudah mobilitas masyarakat.

“Ke depan, kawasan Parung akan terhubung hingga Ciseeng dan mengangkat potensi lokal sebagai ikon kawasan,” tambah Ajat.

Di sisi lain, Perumda Pasar Tohaga telah menyiapkan langkah teknis, termasuk relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke dalam area pasar. Sebanyak 700 lapak disiapkan untuk menampung pedagang sayur-mayur, basahan, hingga komoditas ayam dan ikan.

Penataan ini juga akan diikuti dengan penertiban area depan pasar yang rencananya dijadikan zona merah sementara, sebelum ditentukan pemanfaatannya, seperti taman atau sentra ikan hias.

Meski sempat menuai pro dan kontra, dukungan dari pedagang kini terus meningkat dan mencapai sekitar 90 persen.

Ke depan, kawasan Parung bahkan ditargetkan menjadi sentra ikan hias terbesar di Asia Tenggara. Untuk itu, diperlukan dukungan infrastruktur yang memadai, mulai dari penataan lapak, fasilitas pasar yang bersih, hingga akses parkir yang representatif.

Transformasi Parung ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Bogor dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan konsep terintegrasi, Parung diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga ruang publik yang nyaman dan modern bagi masyarakat.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here