Home Teknologi Gunungan Sampah Galuga Bakal Disulap Jadi Listrik 40 Megawatt

Gunungan Sampah Galuga Bakal Disulap Jadi Listrik 40 Megawatt

12
0
SHARE
Gunungan Sampah Galuga Bakal Disulap Jadi Listrik 40 Megawatt

Keterangan Gambar : Dok/Bogorkab.go.id

BOGOR – Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, perlahan diarahkan menjadi sumber energi. Melalui pembangunan Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (PSEL), sampah di Galuga ditargetkan mampu menghasilkan listrik hingga 40 megawatt (MW).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan PSEL Galuga dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.500 ton sampah setiap hari.

Dari volume tersebut, energi listrik yang dihasilkan diproyeksikan berada pada kisaran 15 hingga 40 MW.

“PSEL ini untuk 1.500 ton sampah. Dari 1.500 ton sampah itu menghasilkan 15 sampai dengan 40 megawatt,” ujar Teuku Mulya, dalam rilis Diskominfo Rabu (16/9/2026).

Menurut Teuku, listrik yang dihasilkan nantinya akan masuk ke dalam sistem ketenagalistrikan melalui mekanisme off-taker PT PLN (Persero). Selanjutnya, PLN yang akan mendistribusikan energi tersebut ke wilayah yang membutuhkan.

“Yang mengonsumsi nanti melalui mekanisme off-taker-nya PLN. Nanti PLN yang mendistribusikan, tentunya ke wilayah-wilayah sekitar Bogor Barat,” jelasnya.

Menariknya, bahan baku PSEL tidak hanya berasal dari sampah yang diproduksi masyarakat setiap hari. Tumpukan sampah yang selama ini berada di kawasan Galuga juga akan menjadi bagian dari bahan yang diolah.

“Produksi sampah kita nanti per hari, plus tumpukan sampah yang sudah ada. Jadi nanti akan diolah ataupun dibakar melalui mekanisme PSEL,” katanya.

Pembangunan PSEL Galuga menjadi bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bogor. Selama ini, sampah yang masuk ke Galuga sebagian besar berakhir sebagai tumpukan di kawasan TPA.

Melalui fasilitas PSEL, sampah tersebut diarahkan untuk masuk ke dalam sistem pengolahan berbasis teknologi sehingga memiliki nilai tambah berupa energi listrik.

Pemkab Bogor juga telah menyiapkan berbagai dukungan untuk memastikan pembangunan proyek tersebut berjalan lancar. Dukungan itu mencakup aspek keamanan, lalu lintas hingga kondisi kawasan Galuga agar tetap kondusif setelah sebelumnya sempat dilanda kebakaran sampah.

“Intinya dalam kondisi sekarang alhamdulillah kondusif dan kita siap untuk melakukan groundbreaking pembangunan PSEL,” tandas Teuku.

Bukan Sekadar Jual Listrik

Senior Vice President Stakeholders Relationship Danantara, Dede Firmansyah, menegaskan listrik yang dihasilkan PSEL nantinya akan masuk ke dalam sistem ketenagalistrikan dengan PLN sebagai pihak yang menjadi offtaker.

Menurut Dede, ketentuan mengenai skema tersebut telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 109, termasuk mengenai pasokan sampah sebagai bahan baku pengolahan.

Dede menekankan, manfaat pembangunan PSEL bagi pemerintah daerah tidak semata-mata dihitung dari keuntungan penjualan listrik.

Menurutnya, terdapat manfaat yang lebih luas, mulai dari masuknya investasi, penyelesaian persoalan sampah, manfaat lingkungan hingga terbukanya lapangan pekerjaan.

Dengan dimulainya pembangunan PSEL, kawasan Galuga diarahkan mengalami perubahan fungsi. Sampah yang selama ini dipandang sebagai residu yang harus ditampung mulai diposisikan sebagai bahan baku yang dapat menghasilkan energi.

Pembangunan tersebut sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja serta memberikan manfaat lingkungan bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Jika kapasitas pengolahan 1.500 ton sampah per hari dan potensi produksi listrik hingga 40 MW dapat terealisasi, Galuga diproyeksikan menjadi salah satu titik penting dalam transformasi pengelolaan sampah dan energi di Kabupaten Bogor.

Dari tempat bermuaranya sampah, Galuga kini disiapkan menjadi salah satu simbol perubahan pengelolaan sampah berbasis teknologi—dari sekadar menampung menjadi mengolah dan menghasilkan energi.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here