
Keterangan Gambar : Gus Hery Haryanto Azumi
Jakarta – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia (IKA PMII UI) mendorong munculnya figur alternatif dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 NU. Organisasi alumni tersebut juga mengajak seluruh elemen Nahdlatul Ulama untuk mengedepankan musyawarah demi menjaga persatuan organisasi di tengah dinamika persiapan muktamar.
Ketua IKA PMII UI, Alfanny, menilai berbagai dinamika yang berkembang menjelang Muktamar ke-35 NU, termasuk perbedaan pandangan mengenai lokasi penyelenggaraan, seharusnya dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme organisasi.
Menurutnya, polemik yang berlangsung berkepanjangan berpotensi memengaruhi citra Nahdlatul Ulama di mata masyarakat.
"Publik dan masyarakat awam sulit memahami bagaimana faksi-faksi di NU sulit menyepakati hal-hal yang tidak mendasar seperti lokasi tempat muktamar. Ini merugikan citra NU di mata publik," ujar Alfanny dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).
Alfanny mengatakan kondisi tersebut membuka peluang hadirnya sosok baru yang dapat diterima oleh berbagai kalangan di lingkungan NU dan mampu menjadi pemersatu organisasi.
"Polarisasi yang berlarut-larut dan belum ada titik temunya hingga saat ini mendorong IKA PMII UI mendorong lahirnya figur baru yang tidak terkait konflik saat ini," katanya.
Dalam pandangan IKA PMII UI, Hery Haryanto Azumi atau Gus Hery menjadi salah satu figur yang dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin PBNU pada periode mendatang. Selain memiliki rekam jejak sebagai mantan Ketua Umum Pengurus Besar PMII, Gus Hery juga disebut memiliki pengalaman organisasi, jaringan yang luas, serta visi mengenai penguatan peran NU di tingkat nasional maupun global.
"Gus Hery adalah salah satu figur muda NU yang layak memimpin PBNU. Selain pernah dipercaya sebagai Ketua Umum PB PMII, Gus Hery memiliki networking yang luas dan punya visi jelas tentang masa depan NU di tengah konstelasi persahabatan dan geopolitik global," ujar Alfanny.
Selain mendorong lahirnya kepemimpinan baru, IKA PMII UI juga menekankan pentingnya pembangunan kualitas sumber daya manusia sebagai agenda strategis Nahdlatul Ulama.
Alfanny mengingatkan bahwa pada 2013, IKA PMII UI telah menggagas Visi 1 Abad NU yang melahirkan konsep Trilogi Pembangunan Manusia NU yang berfokus pada tiga sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan.
"Alumni PMII UI telah menggagas Visi 1 Abad NU pada tahun 2013 yang menelurkan Trilogi Pembangunan Manusia NU, yaitu pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan," tuturnya.
Ia berharap siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU dapat menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama organisasi.
"Kami berharap Gus Hery atau siapa pun Ketua Umum PBNU mendatang juga memiliki visi yang sejalan dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di lingkungan NU," tutup Alfanny.




1.png)





LEAVE A REPLY