Dramaga – Kabupaten Bogor memiliki seluruh modal untuk menjadi pusat pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia. Namun, potensi tersebut hanya akan berkembang optimal jika didukung ekosistem yang mampu menyatukan talenta, inovasi, permodalan, pendidikan, dunia usaha, dan kebijakan pemerintah. Hal itu disampaikan Bernard Dwiputra Chandra, Calon Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Bogor, dalam Dialog Kewirausahaan bertema "Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berbasis Potensi Unggulan Kabupaten Bogor Menuju Bogor Istimewa" yang digelar di Auditorium Satari Fakultas Kedokteran IPB, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, pelaku usaha, akademisi, dan pengurus HIPMI tersebut menghadirkan narasumber Prof. Dr. A. Faroby Falatehan, SP., ME Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Bogor Akhmad Hidayat, serta Bernard Dwiputra Chandra sebagai Calon Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Bogor.
Dalam paparannya, Bernard menegaskan bahwa Kabupaten Bogor tidak kekurangan sumber daya maupun peluang usaha. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah membangun ekosistem yang mampu menghubungkan seluruh elemen pendukung kewirausahaan agar bergerak dalam satu arah.
"Kabupaten Bogor tidak kekurangan potensi. Yang dibutuhkan adalah ekosistem yang mampu menghubungkan talenta, inovasi, permodalan, pendidikan, dan kebijakan. Ketika semua unsur bergerak bersama, kewirausahaan akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Bernard.
Menurut Bernard, pembangunan ekonomi daerah ke depan tidak cukup hanya mengandalkan masuknya investasi. Lebih dari itu, Kabupaten Bogor harus mampu melahirkan semakin banyak pengusaha lokal yang memiliki daya saing dan mampu menciptakan lapangan kerja baru.
"Masa depan Kabupaten Bogor tidak hanya bergantung pada besarnya investasi, tetapi pada lahirnya semakin banyak wirausahawan lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mengolah potensi daerah menjadi produk bernilai tambah," katanya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan ekosistem kewirausahaan memerlukan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, hingga komunitas harus memiliki visi yang sama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dunia usaha tidak bisa berjalan sendiri, dan akademisi tidak cukup hanya menghasilkan riset. Kemajuan daerah lahir dari kolaborasi yang kuat dalam membangun ekosistem kewirausahaan," tegas Bernard.
Dialog kewirausahaan tersebut menjadi ruang diskusi strategis mengenai pengembangan potensi unggulan Kabupaten Bogor melalui penguatan sektor kewirausahaan. Berbagai gagasan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi masukan dalam merumuskan langkah bersama untuk mewujudkan Bogor Istimewa sebagai daerah yang maju, mandiri, dan memiliki ekosistem usaha yang berdaya saing.
Melalui forum ini, BPC HIPMI Kabupaten Bogor bersama akademisi dan para pemangku kepentingan berkomitmen mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang inovatif, adaptif, serta mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pencipta lapangan kerja di Kabupaten Bogor.




1.png)





LEAVE A REPLY