Home Ekonomi Optimisme Menkeu: Ekonomi RI Menuju 8 Persen, Pemerintah Pacu Dua Mesin Pertumbuhan

Optimisme Menkeu: Ekonomi RI Menuju 8 Persen, Pemerintah Pacu Dua Mesin Pertumbuhan

Ekonomi RI

44
0
SHARE
Optimisme Menkeu: Ekonomi RI Menuju 8 Persen, Pemerintah Pacu Dua Mesin Pertumbuhan

Keterangan Gambar : Dok/Kemenkeu/Zalfa

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimisme pemerintah terhadap prospek perekonomian nasional yang diyakini mampu tumbuh hingga mendekati 8 persen dalam beberapa tahun ke depan. Optimisme tersebut disampaikan Menkeu saat menjadi pembicara dalam Indonesia Economic Summit 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (3/2).

Menkeu memaparkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus menunjukkan tren akseleratif. Pada tahun 2026, ekonomi diperkirakan tumbuh sekitar 6 persen, meningkat menjadi 6,5 persen pada tahun berikutnya, lalu mendekati 7 persen, hingga mencapai hampir 8 persen menjelang 2029.

“Tahun ini 6 persen, tahun depan 6,5 persen, setelah itu mendekati 7 persen, dan menjelang 2029 mendekati 8 persen, jika saya masih menjabat,” ujar Menkeu.

Menkeu menilai arah perekonomian nasional saat ini berada pada jalur yang tepat dan terus mengalami percepatan pasca periode perlambatan global. Berdasarkan perkembangan ekonomi dalam empat bulan terakhir, pemulihan ekonomi Indonesia dinilai berlangsung kuat dan berkelanjutan.

“Saat ini perekonomian bergerak ke arah yang benar dan terus mengalami percepatan. Setelah empat bulan perkembangan ekonomi terakhir, sudah jelas bahwa pemulihan ekonomi kuat dan akan semakin menguat,” katanya.

Menurut Menkeu, kunci utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi terletak pada penguatan fundamental ekonomi nasional secara menyeluruh. Pemerintah, kata dia, tetap berkomitmen menjaga stabilitas fiskal meskipun melakukan berbagai stimulus untuk mendorong pertumbuhan.

“Kami memastikan likuiditas yang cukup dalam sistem, menjaga stabilitas fiskal, dan melakukan ekspansi fiskal untuk mendorong perekonomian, namun tetap tidak melampaui batas defisit 3 persen dari PDB. Meski memberikan stimulus, kami tetap menjaga kehati-hatian fiskal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa pemerintah saat ini mengoptimalkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi, baik dari sisi pemerintah maupun sektor swasta. Sinergi kedua sektor tersebut diyakini mampu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saat ini kami berupaya menggerakkan dua mesin pertumbuhan sekaligus, yaitu sektor pemerintah dan sektor swasta. Dengan itu, pertumbuhan di atas 6 persen menjadi mudah dicapai. Kami memanfaatkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi untuk memastikan ekonomi tumbuh pada kapasitas maksimalnya,” jelas Menkeu.

Untuk mendukung percepatan tersebut, pemerintah terus memperbaiki iklim usaha melalui penyederhanaan birokrasi serta penghapusan berbagai hambatan investasi. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembentukan satuan tugas khusus debottlenecking guna menyelesaikan kendala yang dihadapi pelaku usaha.

“Kami memiliki satuan tugas khusus debottlenecking, di mana setiap pelaku usaha dapat menyampaikan langsung kendala yang dihadapi. Saya pikir satu tahun dari sekarang kita akan memiliki kondisi iklim bisnis yang berbeda dan jauh lebih baik. Itu cukup untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan lebih cepat,” pungkas Menkeu.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here