Home Ekonomi Wamenkeu Tegaskan Kondisi Fiskal Indonesia Masih Aman dan Terkendali

Wamenkeu Tegaskan Kondisi Fiskal Indonesia Masih Aman dan Terkendali

90
0
SHARE
Wamenkeu Tegaskan Kondisi Fiskal Indonesia Masih Aman dan Terkendali

Keterangan Gambar : Dok/Kemenkeu

Jakarta – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan kondisi fiskal Indonesia saat ini masih berada dalam posisi aman dan terkendali di tengah ketidakpastian ekonomi global serta meningkatnya tensi geopolitik dunia. Pemerintah, kata dia, terus menjaga stabilitas makroekonomi dengan tetap mengedepankan disiplin fiskal.

Dalam diskusi POV Talks di Jakarta, Senin (18/5), Juda Agung menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi pemerintah saat ini adalah lonjakan harga minyak dunia. Menurutnya, setiap kenaikan harga minyak sebesar 1 dolar Amerika Serikat per barel dapat memberikan tekanan terhadap defisit fiskal hingga Rp6,8 triliun.

Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi demi menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi nasional.

“Strategi kita adalah menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, namun tetap dengan disiplin fiskal,” ujar Juda Agung.

Untuk menutup tambahan beban fiskal akibat kenaikan harga minyak, pemerintah melakukan efisiensi besar-besaran terhadap belanja yang dinilai tidak mendesak dan kurang produktif. Langkah tersebut dilakukan agar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada pada level aman.

Pemerintah memproyeksikan defisit APBN tetap terjaga di angka 2,94 persen atau masih berada di bawah batas maksimal 3 persen sebagaimana diatur dalam ketentuan fiskal nasional.

Juda Agung juga menegaskan bahwa pemerintah kini memprioritaskan belanja yang bersifat produktif dan memiliki multiplier effect besar terhadap perekonomian nasional. Di antaranya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), hilirisasi industri, dan penguatan sektor industrialisasi.

Program MBG dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan permintaan bahan pangan, meningkatkan produktivitas petani, hingga membuka lapangan kerja baru.

Menanggapi kekhawatiran publik terkait ketahanan fiskal negara, Juda Agung mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun yang dapat digunakan sebagai penyangga fiskal atau fiscal buffer.

Dana tersebut berfungsi untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak seperti bencana alam, stabilisasi pasar, hingga menjadi instrumen kontra-siklus ketika ekonomi mengalami perlambatan.

Di akhir paparannya, Juda Agung menekankan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini sangat berbeda dibanding krisis 1998. Ia menyebut sektor perbankan nasional kini jauh lebih kuat dengan pengawasan yang lebih ketat.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan pembatasan terhadap pinjaman luar negeri korporasi guna mencegah risiko overborrowing yang dapat membahayakan stabilitas ekonomi nasional.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here