.png)
Keterangan Gambar : Dok/Kemenag
Kepulauan Riau — Kabar menggembirakan datang bagi kalangan mahasiswa, peneliti, dan pemerhati budaya di Indonesia. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kini resmi memiliki Laboratorium Khazanah Melayu sebagai pusat pengembangan studi budaya yang terintegrasi dengan pendidikan Islam.
Peresmian laboratorium tersebut dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin, pada Sabtu (25/4/2026). Acara ini turut dihadiri pimpinan perguruan tinggi keagamaan Islam, tokoh adat Melayu, unsur pemerintah daerah, serta sivitas akademika kampus.
Dalam sambutannya, Kamaruddin Amin menegaskan bahwa budaya beserta nilai-nilai yang dikandungnya memiliki peran fundamental dalam membangun peradaban bangsa. Ia menekankan pentingnya menjaga, merawat, dan mengembangkan budaya sebagai kekuatan utama di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi.
Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa peradaban besar dunia tumbuh dari budaya yang mampu diwariskan secara berkelanjutan. Dalam konteks Indonesia, ia menyebut khazanah Melayu sebagai salah satu identitas autentik yang perlu terus diperkuat melalui institusi pendidikan.
“Peradaban besar dunia menunjukkan bahwa kekuatan budaya menjadi faktor penting dalam kemajuan suatu bangsa. Dalam konteks Indonesia, peradaban Melayu dipandang sebagai identitas autentik yang harus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya.
Ketua STAIN SAR, Muhammad Faisal, menyampaikan bahwa kehadiran Laboratorium Khazanah Melayu merupakan bentuk komitmen kampus dalam menghadirkan ruang akademik yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan budaya lokal.
Ia berharap laboratorium ini tidak hanya menjadi pusat kajian akademik, tetapi juga berfungsi sebagai ruang transformasi nilai dalam membentuk sumber daya manusia yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.
“Laboratorium ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan khazanah Melayu yang terintegrasi dengan pendidikan Islam,” ungkapnya.
Dengan diresmikannya Laboratorium Khazanah Melayu, STAIN SAR Kepri semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam pelestarian budaya serta pembangunan peradaban bangsa berbasis nilai-nilai keislaman dan kemelayuan.

.png)
.png)
.png)





.png)
.png)
1.png)
LEAVE A REPLY