Home Pendidikan Kunjungi MAN 1 Bogor, Wamenag Pastikan Madrasah Dapat Perhatian Presiden

Kunjungi MAN 1 Bogor, Wamenag Pastikan Madrasah Dapat Perhatian Presiden

MAN 1 Kabupaten Bogor

31
0
SHARE
Kunjungi MAN 1 Bogor, Wamenag Pastikan Madrasah Dapat Perhatian Presiden

Keterangan Gambar : Dok/Kemenag.go.id

Cibinong — Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menegaskan bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan, termasuk pendidikan keagamaan di madrasah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kelembagaan, pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana, serta peningkatan kesejahteraan guru.

Hal itu disampaikan Wamenag saat memberikan arahan pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kabupaten Bogor yang digelar di MAN 1 Bogor, Rabu (4/1/2026).

“Khusus madrasah, kami mendorong agar data kondisi sarana prasarana, guru, dan kebutuhan lainnya disampaikan secara valid. Madrasah yang rusak harus segera dilaporkan agar dapat diusulkan mendapatkan bantuan rehabilitasi, termasuk melalui skema bantuan presiden,” ujar Romo Syafi’i.

Kegiatan ini diikuti ASN Kemenag Kabupaten Bogor, unsur Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs), serta para pemangku kepentingan bidang pendidikan dan pelayanan keagamaan. Hadir pula Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Dudu Rohman, Kepala Kankemenag Kabupaten Bogor Syukri Ahmad Fanani, unsur Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Kemenag Kabupaten Bogor.

Dalam arahannya, Wamenag menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru madrasah, baik negeri maupun swasta. Pemerintah, lanjutnya, tengah menyiapkan program agar guru madrasah yang belum tersertifikasi dan belum berstatus ASN atau PPPK dapat memperoleh kepastian status dan penghasilan yang layak paling lambat pada 2028.

Selain itu, peserta didik di madrasah dan pesantren juga akan mendapatkan perhatian yang sama melalui program Makan Bergizi Gratis. Menurut Wamenag, pemenuhan gizi yang baik merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Dalam konteks pembinaan ASN, Wamenag mengingatkan bahwa ASN Kementerian Agama memiliki posisi strategis dan istimewa di tengah masyarakat. Karena itu, integritas, keteladanan, dan profesionalisme harus senantiasa dijaga.

“Kita bekerja di Kementerian Agama atas pilihan sendiri. Konsekuensinya, kita harus memantaskan diri sebagai pelayan keagamaan dan pendidikan keagamaan, serta menjadi representasi Kementerian Agama di mana pun berada,” tegasnya.

Ia juga mendorong ASN untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan keagamaan, menurutnya, harus terintegrasi dengan penguatan sains, teknologi, dan keterampilan.

Pada kesempatan tersebut, Wamenag mengapresiasi langkah Kanwil Kemenag Jawa Barat yang menargetkan sedikitnya delapan Madrasah Aliyah menjadi madrasah unggulan nasional.

Selain isu pendidikan, Romo Syafi’i turut menyoroti pentingnya pemahaman yang utuh tentang kerukunan beragama. Ia menegaskan bahwa kerukunan bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan menumbuhkan ketaatan yang lebih kuat terhadap ajaran masing-masing agama.

“Ketika pemeluk agama semakin taat pada ajaran agamanya, maka kerukunan akan tumbuh secara alami. Kita harus menyatukan gerak, menguatkan agama masing-masing, dan meneruskan politik toleransi untuk menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.

Menutup arahannya, Wamenag berpesan kepada para siswa madrasah agar bangga bersekolah di madrasah, tekun menuntut ilmu, serta mempersiapkan diri menjadi generasi pemimpin bangsa yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Iklan Sidebar Kiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here